Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun terkonsolidasi di sekitar level 4,0% seiring investor yang masih cenderung wait and see menjelang keputusan suku bunga Fed sebesar 75 bp. Data PMI manufaktur AS dan angka lowongan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan memberikan sinyal bahwa ekonomi AS tahan terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

*   PMI Manufaktur AS turun ke level 50,2 pada Oktober 2022 dari level 50,9 pada September 2022, yang merupakan ekspansi paling lambat pada aktivitas pabrik di AS sejak pandemi, tetapi sedikit lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 50,0. Produksi pabrik naik sedikit lebih banyak di tengah tekanan inflasi yang mulai mereda.

*   Jumlah lowongan pekerjaan di AS secara tak terduga naik 437.000 menjadi 10,7 juta pada September 2022, naik dari 10,2 juta pada Agustus 2022 serta di atas ekspektasi konsensus sebesar 10,0 juta. Jumlah lowongan pekerjaan mendekati rekor tertingginya pada akhir 2021, yang mendorong tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan upah untuk menarik minat pekerja. Lowongan kerja banyak dibuka di beberapa industri yaitu jasa makanan, perawatan kesehatan, transportasi, dan pergudangan.

*   PMI Manufaktur Caixin China naik ke level 49,2 pada Oktober 2022 dari level 48,1 pada September 2022 dan di atas perkiraan konsensus sebesar 49,0. Produksi pabrik maupun pesanan produk baru turun dengan laju yang lebih lambat. Sementara itu, permintaan produk dari luar negeri turun selama tiga bulan secara berturut-turut di tengah inflasi global yang tinggi.

*   Meskipun Indonesia mencatatkan laju inflasi yang lebih lambat sebesar 5,71% YoY pada Oktober 2022, namun Bank Indonesia memperkirakan inflasi akan mencapai puncaknya di sekitar 6,30% YoY pada akhir tahun karena potensi kenaikan harga komoditas menjelang musim dingin . Latar belakang tersebut menegaskan bahwa pengetatan moneter masih akan terus berlanjut, yang menurut Bank Indonesia diperlukan untuk menjaga ekspektasi inflasi yang telah mulai melampaui angka inflasi sebenarnya di lapangan.

*   IHSG ditutup melemah 0,52% atau 37bps ke level 7.015,69.

*   Rupiah ditutup melemah 0,13% atau 20bps ke level Rp15.648/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.628/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP