Landasan Hukum
- POJK No. 35 Tahun 2024 tentang Perizinan dan Kelembagaan Dana Pensiun
- SEOJK No.28/SEOJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Dana Pensiun
- POJK No.28/POJK.05/2020 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank
- SEOJK No.28/SEOJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bagi Dana Pensiun
Dengan mengedepankan tata kelola dana pensiun yang baik (GPFG), penerapan manajemen resiko dilaksanakan dengan mengacu pada framework manajemen resiko.
Penerapan manajemen resiko dilakukan melalui identifikasi oleh masing-masing fungsi terhadap 8 jenis risiko sesuai SEOJK No.28/SEOJK.05/2020 yang harus dikelola oleh lembaga dana pensiun , yaitu :
- Resiko Strategis
- Resiko Operasional
- Resiko Kredit
- Resiko Pasar
- Resiko Likuiditas
- Resiko Hukum
- Resiko Kepatuhan
- Resiko Reputasi
Resiko yang telah diidentifikasi dilakukan pengukuran untuk menilai besar kecil tingkat risiko. Terhadap resiko tersebut dilakukan monitoring agar resiko selalu terpantau. Terhadap resiko yang dinilai melebihi risk appetite DAPENBI IP dilakukan kegiatan pengendalian sebagai mitigasi agar resiko tidak malampaui risk appetite DAPENBI IP.
Kebijakan di bidang manajemen resiko antara lain dituangkan dalam kebijakan manajemen SDM agar masing-masing SDM mempunyai kesadaran (awareness) manajemen resiko, struktur organisasi manajemen resiko sesuai dengan POJK Perizinan dan Kelembagaan Dana Pensiun, Strategi Manajemen Resiko, Risk Apetite, Risk Tolerance, dan Limit Resiko.
Pengawasan atas penerapan manajemen resiko dalam kegiatan DAPENBI IP dilakukan secara bersama-sama oleh Pengurus maupun Komite Pemantau Risiko oleh Dewan Pengawas DAPENBI IP