Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Pelemahan bursa saham AS dipicu oleh rilisnya data inflasi AS pada bulan
September 2022 yang mencapai 8,2%yoy. Indeks Dow Jones turun 504,11 poin atau
1,73% ke posisi 28.706,74, Indeks S&P 500 melemah 77,19 poin atau 2,16% ke
3.499,84, serta Nasdaq juga turun 293,44 poin atau 2,82% ke 10.123,66.
Dalam Rapat FOMC September 2022, The Fed berencana untuk melipatgandakan
target pengetatan kebijakan moneter sehingga akan menekan pertumbuhan ekonomi
yang mendorong peningkatan kekhawatiran resesi dan pemutusan hubungan kerja
yang siginifikan ke depan.
Indeks inflasi produsen di AS naik 0,4%mom pada Sept 2022, sedangkan
secara yoy indeks inflasi produsen AS naik menjadi 8,5%yoy (merupakan
pertumbuhan paling lambat sejak Juli 2021).
Rata-rata tingkat suku bunga KPR fixed-rated tenor 30thn dengan plafon
pinjaman sekitar USD647.200 di AS mencapai 6,81% pada pekan pertama Okt 2022,
merupakan level tertingginya sejak Juli 2006.
Menurut IMF, Jerman masuk ke dalam daftar 31 negara yang diperkirakan
akan resesi pada tahun 2022-2023. Krisis energi yang cukup serius ini akibat
pembatasan yang dilakukan Kremlin (karena ketergantungan pasokan gas dari Rusia
sebesar 55%) memicu krisis ekonomi dan sosial di Jerman. Menteri Ekonomi Jerman
Robert Habeck menyatakan bahwa ekonomi Jerman kemungkinan akan terkontraksi
0,4% di 2023 dan inflasi akan menyentuh 7%.
Pemerintah akan melakukan lelang Sukuk Negara pada Selasa 18 Okt 2022
dengan target indikatif sebesar IDR5 triliun.
IHSG ditutup melemah 0,41% ke posisi 6.889,63. BEI mencatat 8 dari 11
indeks sektoral melemah dengan sektor infrastruktur mencatatkan koreksi
yangpaling dalam sebesar 0,95%, sementara sektor non siklikal menjadi indeks
sektoral yang menguat, paling tinggi yakni 0,53%. Pelemahan IHSG ini juga berdampak pada bursa
regional Asia. Indeks Nikkei terkoreksi 0,60%, Hang Seng Hong Kong turun 1,87%,
Shanghai Komposit terkoreksi 0,30%, dan Strait Times turun 1,53%.
Nilai tukar Rupiah melemah terbatas ke level Rp15.361/USD, dibandingkan
posisi penutupan kemarin di level Rp15.356/USD.
Demikian disampaikan.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP