Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Volatilitas pasar global masih berlanjut ditengah prospek pengetatan
kebijakan moneter oleh Bank Sentral AS serta risiko geopolitik Rusia-Ukraina
yang meningkat, memicu pelemahan pasar saham AS diantaranya Dow Jones -0,32%;
S&P 500 -0,75%; Nasdaq -1,04%, sementara yield UST 2yr, 10yr, dan 30yr masing-masing
di level 4,31%, 3,88%, dan 3,84%.
Menurut Jamie Dimon CEO JP Morgan, Eropa tengah mengalami resesi dan
diproyeksikan resesi AS akan terjadi 6-9 bulan ke depan. Hal tsb ditandai
dengan indeks acuan S&P 500 telah melemah sekitar 24%, dengan ketiga indeks
utama AS diperdagangkan di teritori bearish market. Jamie Dimon memperkirakan
S&P 500 bisa turun 20% lagi dari level saat ini.
Indeks Manufaktur PMI China turun menjadi 48,1 pada September 2022 (dari
sebelumnya 49,5), yang menjadi level PMI terendah sejak Mei 2022 karena
produksi manufaktur turun, permintaan produk menyusut paling parah sejak April
2022 dan penjualan ekspor turun pada level terburuk dalam empat bulan terakhir.
Indonesia berencana mulai mensubsidi pembelian kendaraan listrik tahun
depan, dengan target 2,5juta pengguna kendaraan listrik pada tahun 2025 untuk
mengurangi polusi udara. Terdapat sekitar
28.188 kendaraan listrik di Indonesia, yang terdiri dari 22.942 sepeda
motor dan 4.904 mobil.
Jumlah penawaran yang masuk dari lelang SUN hari ini hanya sebesar
Rp15triliun (menjadi yang terendah sejak 8 Mei 2018 atau empat tahun dan lima
bulan), dimana sebanyak Rp 2,88 triliun datang dari investor asing. Dari
penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap sebesar Rp 8,22 triliun atau
terendah dalam 11 lelang terakhir.
Nilai tukar Rupiah ditutup melemah ke level Rp15.357/USD, dibandingkan
posisi penutupan kemarin di level Rp15.318/USD.
IHSG ditutup melemah 55,25 poin atau 0,79% ke level 6.939,14. Terdapat
sembilan indeks sektoral yang melemah dengan pelemahan terdalam adalah pada
sektor transportasi yang turun 0,85%, sektor infrastruktur turun 0,82% dan
sektor energi turun 0,78%. Sedangkan, sektor barang konsumen non-primer naik
0,16%.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP