Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan FFR sbsr 75bps pada November menurun, sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap langkah agresif the Fed. Hal tsb memicu penurunan yield UST yg dimotori oleh UST 5yr ke level 3,88%, sedangkan UST 2yr, 10yr, 30yr masing-masing juga turun ke level 4,11%, 3,65%, dan 3,68%. Meredanya tekanan eksternal juga memicu penguatan bursa saham AS seperti Dow Jones +2,66%; S&P 500 +2,59%; Nasdaq +2,27%.

*    Harga batubara Newcastle turun 8% ke bawah level USD400/ton, melemah dari level tertingginya sekitar USD450/ton pada September 2022, seiring komitmen China meningkatkan kapasitas produksi batubara pada tahun ini sebear 300juta ton setara dengan jumlah impor batubara yg dilakukan China setiap tahunnya.

*    Harga saham Credit Suisse mengalami kejatuhan yang sangat signifikan, dari USD14,90 pada Februari 2021 ke USD3,94 saat ini. Credit Suisse saat ini sedang dalam masalah besar dan berjuang untuk bertahan melanjutkan bisnisnya. Netloss sebesar USD1,65 miliar dimungkinkan akan menyebabkan krisis keuangan yang serupa yang disebabkan oleh kebangkrutan bank AS Lehman Brothers pada September 2008.

*    PMI Manufaktur ISM di AS turun ke level 50,9 pada September 2022 yang menunjukkan perlambatan dalam aktivitas pabrik. Lebih rendah dibandingkan dengan level 52,8 pada Agustus 2022. Beberapa perusahaan menerapkan pembekuan perekrutan buruh pabrik karena permintaan produk yang semakin tidak menentu ke depannya.

*    Tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat ke 5,95% YoY pada September 2022 dari 4,69% YoY pada Agustus 2022, menjadi level tertingginya sejak Oktober 2015. Kenaikan terjadi seiring kenaikan harga Pertalite dimana inflasi transportasi meningkat ke 8,9%yoy sementara inflasi makanan meningkat ke 7,9%yoy.

*    Pemerintah menerbitkan Sukuk Negara senilai IDR755 miliar melalui lelang Sukuk hari ini, lebih rendah dari target indikatifnya yang sebesar IDR5,0 triliun. Total penawaran investor yang masuk dalam lelang kali ini hanya sebesar IDR7,05 triliun (total bid terendah dalam lelang Sukuk sejak awal tahun ini).

*    IHSG ditutup menguat 0,89% ke 7.072,26. Dimana 9 dari 11 indeks sektoral menguat dan indeks sektor energi yang mencatatkan paling tinggi hari ini sbsr 3,18% yang didukung dari penguatan harga batubara acuan (HBA) yang melesat.

*    Nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp15.247/USD hari ini, dibandingkan posisi penutupan kemarin di level Rp15.302/USD.


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP