Financial Market Update
POI - Point of Interest:
The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 bp pada FOMC meeting
pekan ini, dan memberikan sinyal akan terus menaikkan suku bunga acuannya
hingga tahun depan. Langkah hawkish dari Bank Sentral AS mendorong bank sentral
negara maju melanjutkan kenaikan suku bunga yang agresif.
Bank of England menaikkan suku bunga acuan sebesar 50bp ke level 2,25%
pada rapat September 2022 (tertinggi sejak 2008).
UST yield tenor 10-tahun naik ke atas level 3,70% untuk pertama kalinya
sejak Februari 2011, sementara itu, indeks dolar naik di atas level 111,5 yang
mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir karena Fed berkomitmen untuk
terus menaikkan suku bunga hingga 4,6% hingga inflasi terkendali pada 2023.
Indeks dolar diuntungkan dari inflow safe-haven dari investor setelah Presiden
Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial di Rusia, dalam eskalasi
konflik yang signifikan di Ukraina.
Harga obligasi di pasar domestik melanjutkan tren pelemahan pada
perdagangan akhir pekan seiring investor memproyeksikan perhitungan dot plot
Fed yang menunjukkan potensi kenaikan FFR ke level 4,25%-4,50% pada akhir
tahun.
BI mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 4,5%-5,3%
YoY, inflasi akan sedikit lebih tinggi dari 6,0%yoy pada tahun 2022, karena
dampak kenaikan harga BBM akan meningkatkan 1,8% inflasi dg second-round effect
yang berlangsung selama 3 bulan.
IHSG ditutup melemah 40,32 poin atau 0,56% ke posisi 7.178,58, pelemahan
disebabkan oleh aksi jual oleh investor asing karena investor masih
mempertimbangkan prospek suku bunga acuan di AS naik lebih tinggi secara lebih
cepat dari ekspekstasi.
Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1% ke level 15.038/USD,
dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 15.023 per dolar AS.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP