Financial Market Update

IDR10 : 7,25% - 7,27% (cl: 7,25%)
IDR5 : 7,18% - 7,25% (cl: 7,18%)
UST10 : 4,55% - 4,59% (last: 4,55%)

IDR : 18.068 - 18.094 (cl: 18.084)
DXY : 100,79 - 101,04 (last: 100,86)
JCI : 5.842,76 – 5.912,44 (cl: 5.912,44)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : -1bps to 7,18%
FR0108 (10yr) : -1bps to 7,25%
FR0106 (15yr) : -3bps to 7,25%
FR0107 (20yr) : 0bps to 7,21%

Point of Interest:

Para pejabat Federal Reserve menyatakan bahwa inflasi akan tetap tinggi dalam jangka pendek dan kemudian mulai menurun seiring dengan meredanya dampak dari perang tarif dagang dan kenaikan harga energi serta berkurangnya gangguan pasokan lainnya yang terkait dengan penutupan Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent menyentuh level di atas US$80pb, dipicu eskalasi konflik antara Washington dan Teheran mendorong pasar energi global kembali bergejolak.

Ukraina menyatakan telah menyerang 12 kapal tanker lanjutan di Rusia selatan saat Kyiv memperluas cakupan serangan yang semakin memperparah kelangkaan bensin di seluruh negeri. Ukraina telah meningkatkan serangannya terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Selain kapal tanker, drone juga menargetkan kilang minyak dan depot bahan bakar dalam upaya untuk membatasi pasokan produk minyak negara dan menekan Kremlin agar bernegosiasi. Krisis bahan bakar semakin memburuk di seluruh Rusia, beberapa gubernur daerah meminta bantuan federal dalam pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin pada Rabu.

Dalam proyeksi IMF terbaru, prospek pertumbuhan Korea Selatan mengalami peningkatan terbesar di antara 30 ekonomi utama Dunia. Booming semikonduktor yang didorong oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Korea Selatan mampu mengatasi dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. IMF menyatakan bahwa perekonomian Korea Selatan tumbuh sebesar 7,5% secara tahunan pada kuartal pertama, jauh melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 1,8%, karena pengiriman chip yang kuat dan perangkat keras AI mengimbangi ketergantungan negara tersebut yang tinggi terhadap energi impor.

Menurut World Economic Outlook, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026 dan 5,1% pada 2027. Secara global, ekonomi Dunia pada 2026 diprediksi tumbuh 3%, turun tipis dari proyeksi sebelumnya 3,1%. Risiko terhadap prospek tetap cenderung ke arah penurunan, dengan eskalasi baru di Timur Tengah, fragmentasi perdagangan, dan kemungkinan koreksi ekspektasi terkait teknologi sebagai ancaman utama.

S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) membuka opsi untuk menggeser klasifikasi pasar Indonesia ke special measures atau frontier market. S&P DJI turut menyinggung kekhawatiran terkait keterbukan informasi atau disclosure dan likuiditas saham. Berdasarkan pengumuman resmi S&P DJI, apabila kondisi memburuk, S&P DJI dapat mempertimbangkan untuk menerapkan perlakuan khusus (special measures) terhadap saham-saham Indonesia. S&P DJI memastikan akan memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dengan mengacu pada panduan baru yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia. Indonesia masuk ke dalam daftar pantauan atau watchlist S&P DJI bersama dengan Turki dan Nigeria. Kedua negara yang disebut terakhir juga berpotensi untuk dipindahkan ke klasifikasi special measures atau frontier. Klasifikasi pasar Turki saat ini emerging sementara Nigeria di pasar standalone.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) dari Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2026 tercatat di level 221,6, menurun dibandingkan Mei 223,4. Kinerja ini terkontraksi 4,4% secara tahunan dan turun 0,8% secara bulanan, namun tetap berada dalam kondisi yang terjaga.

IHSG hari ini ditutup menguat 0,67% ke level 5.912,44. Kenaikan didorong sektor barang baku +2,11%, sektor industri +1,31%, dan sektor transportasi +1,02%. Total volume perdagangan saham bursa hari ini mencapai 27,11 miliar saham, dengan total nilai Rp12,08 triliun.

Rupiah hari ini ditutup melemah 0,47% ke level 18.084, dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.999. Pelemahan rupiah sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang melemah, di saat tekanan eksternal sudah sedikit terpangkas.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP