Financial Market Update

IDR10 : 7,08% - 7,26% (cl: 7,26%)
IDR5 : 7,02% - 7,19% (cl: 7,19%)
UST10 : 4,45% - 4,58% (last: 4,57%)

IDR : 17.979 - 18.011 (cl: 17.999)
DXY : 100,81 - 101,24 (last: 101,10)
JCI : 5.858,84 – 5.986,50 (cl: 5.873,37)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +10bps to 7,19%
FR0108 (10yr) : +11bps to 7,26%
FR0106 (15yr) : +8bps to 7,28%
FR0107 (20yr) : +1bps to 7,21%

Point of Interest:

Survei Ekspektasi Konsumen Federal Reserve New York untuk bulan Juni menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun naik ke 3,7% dari 3,5%, sementara ekspektasi tiga tahun meningkat ke 3,3% dari 3,1%. Hal ini memperkuat narasi kebijakan Fed yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Risiko geopolitik kembali menjadi fokus investor pasca insiden kapal pengangkut LNG yang ditabrak di dekat Selat Hormuz, mendorong harga minyak di atas USD70/bbl sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi yang dipicu sektor energi.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan awal terhadap 85 target militer ASt di Bahrain dan Kuwait menggunakan rudal dan drone. Pihak IRGC menyatakan bahwa menyusul "prosesi pemakaman yang agung dan belum pernah terjadi sebelumnya" bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, AS telah merusak perjanjian, melanggar gencatan senjata, serta mencederai kesepahaman Islamabad dengan meluncurkan serangan udara ke sejumlah pangkalan penjaga pantai dan stasiun sipil di pesisir selatan Iran pada Rabu pagi.

Negara-negara sekutu NATO dilaporkan telah menyepakati kesepakatan industri pertahanan senilai minimal US$50 miliar (sekitar Rp900 triliun). Langkah ini dilakukan untuk membuktikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Eropa serius mematuhi tuntutannya terkait peningkatan anggaran militer.Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menjelaskan bahwa nilai belanja mencakup kontrak untuk pengadaan drone generasi terbaru, pesawat mata-mata serta pesawat militer.

Kementerian Keuangan memperkirakan Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII) mampu memicu investasi langsung mencapai Rp500 T. Bentuk investasi dapat berupa perusahaan inkorporasi hingga cabang bank asing, dengan tidak terdapat batasan kepemilikan karena berlaku penerapan sistema common law (sistem hukum yang menjadikan putusan hakim sebagai sumber hukum utama dan presiden sebagai dasar untuk penyelesaian kasus). Modal awal dalam pembentukan PFII kedepannya adalah salah satunya dari BPI Danantara, bukan dari APBN. Kedepannya, RUU PFII akan masuk dalam pembicaraan tingkat II pada 21 Juli 2026 dan akan disahkan menjadi UU.

Realisasi APBN Juni 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto, semakin melebar dibandingkan bulan sebelumnya Rp180,4 T. Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN dan tumbuh 21,4%yoy, sedangkan belanja negara mencapai Rp1.656,0 triliun atau 43,1% dari target APBN dan tumbuh 17,8%yoy. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kinerja APBN Semester I 2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hingga akhir tahun, APBN diproyeksikan tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas nasional. Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target APBN, sedangkan belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6% dari pagu APBN, sehingga outlook defisit APBN diperkirakan sebesar Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB, dengan pembiayaan anggaran sebesar Rp734,3 triliun.

BI mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juni turun ke 117,8, dibandingkan Mei 120,9, menjadi yang terendah sejak September 2025. Namun, level IKK masih di atas 100 menunjukkan konsumen masih percaya diri terhadap perekonomian di enam bulan mendatang.

IHSG hari ini ditutup melemah 1,89% ke level 5.873,37. Kenaikan hanya didorong sektor kesehatan +1%. Total volume perdagangan saham bursa hari ini mencapai 21,63 miliar saham, dengan total nilai Rp 10,22 triliun.

Rupiah hari ini ditutup melemah terbatas 0,09% ke level 17.999, dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.981. Pelemahan rupiah dipicu oleh pasar saham yang berada di bawah tekanan setelah S&P Dow Jones Indices memperingkatkan potensi menurunkan kasta bursa saham Tanah Air menjadi frontier market pada 2027.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP