Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Inflasi produsen AS turun 0,1% MoM pada Agustus 2022, melanjutkan penurunan 0,4% MoM pada Juli 2022 dan sejalan dengan perkiraan konsensus. Secara tahunan, inflasi produsen naik sebesar 8,7% YoY namun masih di bawah level 9,8% YoY pada Juli 2022. Sementara itu, inflasi produsen inti naik 0,4% MoM dan 7,3% YoY.

*   Tingkat inflasi tahunan Inggris secara tak terduga turun ke 9,9% YoY pada Agustus 2022 dari level 10,1% YoY pada Juli 2022, yang merupakan level tertingginya sejak 1982 dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 10,2% YoY. Ini adalah pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir inflasi Inggris mereda, didukung oleh rata-rata harga minyak yang lebih rendah pada bulan lalu.

*   Harga minyak Brent melambung kembali di atas USD95/barel. Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) menunjukkan peralihan konsumsi gas-ke-minyak dalam skala besar di banyak negara, sekitar rata-rata 700.000 barel per hari selama YTD 2022 atau naik 2x lipat dari tahun lalu. Selanjutnya, IEA memperkirakan bahwa permintaan minyak akan meningkat kuat pada tahun 2023 karena tanda-tanda bahwa ekonomi negara maju akan tetap tangguh meskipun ada hambatan seperti lonjakan inflasi.

*   Pemerintah merevisi naik proyeksi pendapatan dan belanja yang lebih rendah untuk APBN 2023 menghasilkan defisit yang lebih rendah. Target pendapatan sebesar Rp2.463 triliun, naik 8,0% dari estimasi 2022 sebesar Rp2.260 triliun. Sementara itu, pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp3.061 triliun pada tahun 2023, turun 3,4% dari tahun 2022 sebesar Rp3.169 triliun. Target nominal defisit anggaran sebesar Rp598 triliun, dengan rasio defisit terhadap PDB sekitar 2,84%.

*   Menurut Kementerian ESDM, pemerintah membutuhkan lebih banyak waktu untuk memutuskan apakah akan membeli minyak Rusia yang murah, mempertimbangkan beberapa faktor: (1) Indonesia tidak mengimpor minyak dari Rusia sejak 2016, dan sumber utama minyak mentahnya adalah Malaysia, Australia, dan Arab Saudi; (2) Tren harga minyak dunia yang mulai turun; (3) Pemerintah baru-baru ini menaikkan harga BBM bersubsidi untuk meringankan beban fiskal; (4) Perwakilan AS baru-baru ini mengunjungi Jakarta untuk melobi Indonesia untuk bergabung dengan aliansi oil price cap, yang berencana membeli minyak Rusia dengan batas harga maksimum USD60/barel.

*   IHSG ditutup melemah 0,38% atau 28bps ke level 7.305,60. IHSG dengan cepat menuju utara sejak bel pembukaan ditutup di atas 7300 lagi. Investor secara agresif mengejar nama-nama perbankan dan batu bara untuk mendorong pasar lebih tinggi hari ini. BBCA naik hampir 3%, BBNI melonjak 3,1%, BBRI naik 0,7% dan BMRI naik 0,5%, sedangkan nama batubara BYAN, ADRO dan PTBA dan ITMG naik sekitar 1%.

*   Rupiah ditutup menguat 0,07% atau 10 bps ke level Rp14.898/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.908/USD.   



Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP