Financial Market Update

IDR10 : 6,77% - 6,80% (cl: 6,78%)
IDR5 : 6,68% - 6,72% (cl: 6,70%)
UST10 : 4,39% - 4,42% (last: 4,42%)

IDR : 17.328 - 17.383 (cl: 17.380)
DXY : 97,97 - 98,48 (last: 98,32)
JCI : 6.946,06 - 7.069,70 (cl: 6.971,95)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : 0bps to 6,70%
FR0108 (10yr) : -6bps to 6,77%
FR0106 (15yr) : -1bps to 6,86%
FR0107 (20yr) : -1bps to 6,78%

Point of Interest:

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa AS akan membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz untuk melintasi jalur tersebut. Langkah yang disebut Trump sebagai “langkah kemanusiaan” yg sekaligus menguji kemampuannya dalam memulihkan arus pelayaran di jalur strategis tsb. Harga minyak sempat turun ke kisaran $106-$108/barel pada pembukaan pasar Asia hari ini sebagai respon atas pemberitaan tsb, sebelum kembali naik di atas $110/barel seiring adanya berita terkait penembakan terhadap kapal tanker nasional milik ADNOC di lepas pantai Fujairah. Minimnya detil terkait bentuk pengawalan AS serta ketegangan yg masih tinggi di kawasan konflik menyebabkan harga minyak cenderung berfluktuasi tajam.

Data inflasi Indonesia pada Apr-2026 mencapai 2,42% YoY, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 2,70% (Mar: 3,48%). Inflasi tahunan kembali ke level normal seiring meredanya low base effect dari tarif listrik pada April tahun lalu. Secara tahunan, inflasi didorong oleh kenaikan harga pangan (a.l. ikan segar, ayam, beras, minyak goreng, dan telur) serta komoditas lain seperti rokok kretek mesin dan perhiasan emas. Secara bulanan, inflasi naik 0,13% MoM atau lebih rendah dari ekspektasi +0,32% (Mar: +0,41%) seiring kenaikan pada tarif tiket pesawat, minyak goreng, dan harga bensin mampu diimbangi oleh penurunan harga makanan seperti daging ayam, cabai, telur karena melemahnya permintaan dan dimulainya musim panen, serta penurunan tajam pada harga perhiasan emas pada bulan April. Inflasi inti sedikit melambat menjadi 2,44% vs estimasi 2,46% YoY.

Surplus perdagangan Indonesia Mar-2026 meningkat di atas ekspektasi, di tengah penurunan ekspor dan perlambatan impor. Surplus perdagangan melebar ke $3,32 miliar (surv: $2,113 miliar) yg merupakan level tertingginya sejak September 2025 dan masih didorong oleh sektor nonmigas sementara sektor migas mengalami defisit. Di luar ekspektasi, ekspor Mar-2026 turun 3,1% YoY (surv: +0,62%) terutama disebabkan oleh penurunan ekspor lemak dan minyak hewani/nabati, kakao dan produk turunannya, kopi, teh dan rempah-rempah. Impor melambat ke 1,51% YoY (surv: 10,63%) akibat penurunan impor barang konsumsi -10,81% YoY (a.l. kendaraan dan suku cadangnya, mesin dan peralatan listrik, produk farmasi) di tengah peningkatan impor barang modal 4,98% dan bahan baku 2,15%.

Bloomberg Economics menilai perlambatan inflasi Indonesia pada April bersifat sementara, terutama dipengaruhi efek basis, dengan tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring guncangan harga minyak. Harga minyak yang bertahan di atas $100/barel diperkirakan dapat mendorong inflasi berbalik naik dan berpotensi menembus batas atas target BI mulai Mei, dengan risiko peningkatan lanjutan ke depan. Meski demikian, BI diperkirakan belum akan segera menaikkan suku bunga, dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah ekspektasi.

Data PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global periode Apr-2026 memburuk ke 49,1 dari sebelumnya 50,1, yang menunjukkan area kontraksi. Pelemahan tsb terutama disebabkan oleh penurunan volume output/produksi yg signifikan sebagai respon atas tingginya biaya dan hambatan pasokan akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu stabilitas pasar dan operasional industri nasional. Tingkat optimisme melambat di tengah ketidakpastian terhadap durasi konflik di Timur Tengah.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark mayoritas bergerak menguat dengan kisaran penurunan yield sebesar 1-6bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 6 bps ke level 6,77%. Volume transaksi outright mencapai sebesar Rp18,8 triliun, turun dari Rp25,2 triliun pada perdagangan Kamis pekan lalu.

IHSG ditutup menguat 0,22% ke level 6.971,95 sejalan dengan penguatan bursa regional Asia di tengah pemberitaan positif terkait rencana AS untuk mengawal kapal yg akan melalui Selat Hormuz. Dari domestik, rilis data inflasi yg lebih rendah dari ekspektasi turut memberikan sentimen positif penguatan IHSG hari ini secara terbatas.

Rupiah ditutup melemah 0,16% ke level 17.380 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.353.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP