Financial Market Update

IDR10 : 6,78% - 6,90% (cl: 6,88%)
IDR5 : 6,61% - 6,79% (cl: 6,77%)
UST10 : 4,34% - 4,37% (last: 4,36%)

IDR : 17.277 - 17.330 (cl: 17.290)
DXY : 98,57 - 98,76 (last: 98,67)
JCI : 7.063,99 - 7.126,06 (cl: 7.101,23)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +16bps to 6,77%
FR0108 (10yr) : +10bps to 6,88%
FR0106 (15yr) : +7bps to 6,86%
FR0107 (20yr) : +9bps to 6,81%

Point of Interest:

Harga minyak Brent melanjutkan tren kenaikannya ke sekitar $119-120/barel setelah Presiden AS Trump menentang proposal damai dari Iran tanpa kesepakatan terkait persenjataan nuklirnya. Sementara itu, data persediaan energi AS menunjukkan penurunan signifikan dalam stok minyak mentah dan BBM, sedangkan ekspor minyak AS mencatatkan rekor tertinggi di atas 6 juta barel per hari, yang menunjukkan terjadinya pengetatan pasokan minyak global.

Tensi antara AS dan Iran meningkat setelah Presiden Trump menolak tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga Iran menyetujui kesepakatan nuklir. Sementara itu, militer AS telah menyiapkan rencana darurat untuk gelombang serangan singkat dan mematikan guna memecah kebuntuan negosiasi. Di sisi lain, percakapan telepon Trump-Putin menghasilkan peringatan dari Rusia terkait konsekuensi yang sangat berat jika serangan AS-Israel berlanjut.

Indeks harga komoditas pertanian melonjak ke level tertinggi sejak November 2023 didorong oleh penutupan berkepanjangan Selat Hormuz dan kondisi cuaca ekstrem yang memperparah kendala pasokan pupuk serta meningkatkan risiko penurunan hasil panen. Dinamika ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap peningkatan tekanan inflasi pangan ke depan.

Kapasitas penyimpanan minyak mentah Iran diperkirakan hanya akan bertahan 12–22 hari di tengah blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Iran berpotensi terpaksa mengumumkan pemangkasan produksi minyak hingga 1,5 juta barel per hari pada pertengahan Mei 2026. Selain itu, Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada 35 entitas yang terkait dengan jaringan perbankan bayangan Iran dan Trump memperingatkan perusahaan yang membayar tol Hormuz kepada IRGC akan menghadapi hukuman berat.

FOMC meeting April mempertahankan FFR pada kisaran 3,50%-3,75% sesuai ekspektasi pasar, namun dengan split vote 8-4 atau terbanyak sejak 1992. Empat pejabat Fed (Hammack, Kashkari, Logan) setuju untuk menahan suku bunga tetapi menolak penyertaan kalimat "bias pelonggaran" (easing bias) dalam pernyataan resmi. Sementara itu, Miran menjadi satu-satunya suara yang mendukung penurunan suku bunga sebesar 0,25%. Perbedaan suara tsb mencerminkan kekhawatiran yang meningkat terhadap risiko kenaikan inflasi ke depan seiring lonjakan harga minyak akibat perang AS-Iran yang berkepanjangan.

Fed Chairman Powell menegaskan komitmennya untuk tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur, meskipun masa jabatannya sebagai Ketua akan berakhir pada pertengahan Mei 2026. Dengan masa jabatan sebagai anggota yang masih berlangsung hingga Januari 2028, Powell berencana tetap bertahan guna memastikan proses investigasi terhadap Federal Reserve diselesaikan secara transparan dan tuntas. Langkah ini berpotensi menjadikannya sebagai Ketua pertama yang tetap berada di The Fed setelah tidak lagi menjabat sebagai pimpinan.

Kemenkeu membatalkan agenda konferensi pers APBN Kita yang seharusnya berlangsung kemarin 29 April 2026 tanpa penjelasan lebih lanjut. Pembatalan terjadi di saat publik dan pelaku pasar menantikan pemaparan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Edisi April 2026 (untuk periode hingga Maret 2026), termasuk perkembangan arah fiskal pemerintah ke depan.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah tajam dengan kisaran pergerakan yield sebesar 7-16bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 10 bps ke level 6,88%. Volume transaksi outright mencapai sebesar Rp32,8 triliun, turun dari Rp41,3 triliun pada perdagangan hari sebelumnya. Pelemahan Rupiah ke level tertingginya disertai kekhawatiran terkait fiskal menjadi sentimen negatif yang mendorong pelemahan tajam pada pasar SBN.

IHSG ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 disebabkan oleh penguatan saham TLKM dan GOTO. Berdasarkan sektor, penguatan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor perindustrian (+2,41%), infrastruktur (+1,48%), dan barang konsumsi primer (+1,45%).

Rupiah ditutup melemah 0,38% ke level 17.290 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.225.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP