Financial Market Update

IDR10 : 6,68% - 6,76% (cl: 6,76%)
IDR5 : 6,47% - 6,59% (cl: 6,56%)
UST10 : 4,30% - 4,34% (last: 4,31%)

IDR : 17.205 - 17.290 (cl: 17.205)
DXY : 98,56 - 98,92 (last: 98,60)
JCI : 7.115,97 - 7.383,40 (cl: 7.129,49)

Yield SUN
FR0109 (5yr) : +9bps to 6,56%
FR0108 (10yr) : +8bps to 6,76%
FR0106 (15yr) : +2bps to 6,77%
FR0107 (20yr) : +1bps to 6,67%

Point of Interest:

Israel-Lebanon akan memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu guna membuka ruang bagi pembahasan kesepakatan jangka panjang. Pernyataan tsb disampaikan oleh Presiden Trump di akun media sosialnya sekaligus mengumumkan rencana untuk menjadi tuan rumah bagi pertemuan antara pemimpin negara Israel dan Lebanon dalam waktu dekat. Trump juga menyatakan bahwa AS akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara tsb melindungi diri dari Hezbollah. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung upaya Trump menyelesaikan konflik yg melibatkan AS-Israel-Iran.

Ketegangan AS-Iran terkait Selat Hormuz masih tinggi, seiring keduanya masih mempertahankan blokade yang secara efektif menutup jalur tsb selama delapan minggu berturut-turut. Sejumlah pejabat anonim yang terlibat proses negosiasi perdamaian menilai bahwa prospek tercapainya perundingan damai tatap muka antara AS-Iran terhambat oleh pernyataan dan tekanan dari Presiden Donald Trump, termasuk melalui unggahan di media sosial. Investor menafsirkan hal ini sebagai indikasi bahwa ketidakpastian terkait proses perdamaian masih tinggi. Akibatnya harga minyak jenis Brent meningkat dan bergerak di kisaran $103-108/barel.

Fitch Ratings Inc.: Risiko terhadap peringkat kredit Indonesia meningkat seiring tekanan fiskal dari lonjakan subsidi energi dan pelemahan Rupiah, terutama jika konflik Iran berlarut-larut dan memperburuk kondisi eksternal. Fitch menyoroti sejumlah indikator utama yang menjadi faktor penentu/pemicu aksi penurunan peringkat Indonesia, antara lain penurunan tajam cadangan devisa, peningkatan rasio utang thd PDB berkelanjutan, atau defisit fiskal yg meningkat melebihi batas 3% PDB.

Mega Capital Sekuritas: Rupiah berpotensi terdepresiasi lebih lanjut dan yield SBN meningkat seiring tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang akan meningkatkan harga minyak dan risiko pelebaran defisit current account Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti: Tekanan terhadap Rupiah tidak terjadi secara terpisah, melainkan sejalan dengan tren pelemahan mata uang di kawasan Asia lainnya yg tertekan oleh penguatan USD. Depresiasi Rupiah dinilai masih relatif terkendali dibandingkan negara peers. Merespons hal tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat strategi intervensi di pasar spot, DNDF, dan pasar SBN guna menjaga stabilitas moneter di tengah sentimen risk-off investor global.

Menteri Luar Negeri Sugiono: Indonesia tidak berencana mengenakan pungutan terhadap kapal yang melintasi Selat Malaka. Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tidak berada di posisi untuk memberlakukan kebijakan tsb dan menilai bahwa pengenaan pungutan sebagai langkah yang tidak tepat. Pemerintah Indonesia tetap mendukung prinsip kebebasan navigasi serta mengharapkan jalur pelayaran internasional tetap terbuka.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dengan kisaran pergerakan yield sebesar 1-9bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 8 bps ke level 6,76%. Volume transaksi outright mencapai sebesar Rp18,1 triliun, naik dari Rp12,4 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 3,38% ke level 7.129,49 dipicu oleh net jual asing sebesar Rp2 triliun seiring masih tingginya kekhawatiran terkait tensi geopolitik di Selat Hormuz. Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor barang konsumsi non-primer (-4,27%), energi (-4,22%), dan infrastruktur (-4,08%).

Rupiah ditutup menguat 0,52% ke level 17.205 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.295.


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP