Financial Market Update
IDR10 : 6,59% - 6,69% (cl: 6,68%)
IDR5 : 6,33% - 6,47% (cl: 6,47%)
UST10 : 4,29% - 4,34% (last: 4,30%)
IDR : 17.228 - 17.315 (cl: 17.295)
DXY : 98,55 - 98,80 (last: 98,73)
JCI : 7.378,61 - 7.582,50 (cl: 7.378,61)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +14bps to 6,47%
FR0108 (10yr) : +8bps to 6,68%
FR0106 (15yr) : +5bps to 6,75%
FR0107 (20yr) : +3bps to 6,66%
Point of Interest:
• Iran menyita dua kapal kontainer yang mencoba untuk keluar dari Selat Hormuz secara diam-diam dengan melanggar aturan maritim dan mematikan sistem navigasi. Kapal tersebut merupakan MSC Francesca (berbendera Panama) dan Epaminondas (berbendera Liberia) yang dilaporkan mengalami tembakan cukup berat oleh IRGC. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak (tanpa batas waktu) dan akan menunggu hingga Iran menyiapkan proposal perdamaian baru.
• AS membalas dengan menyita kapal tanker Majestic X di Samudra Hindia yang dituduh menyelundupkan minyak dari Iran. Posisi kapal yg berjarak ratusan mil dari wilayah konflik tsb menjadi sinyal bahwa AS akan menargetkan perdagangan minyak Iran atau yang diduga terafiliasi dgn Iran sebagai bentuk blokade. Sebelumnya, AS diberitakan telah mencegat dua kapal tangki super Iran yg berusaha menembus blokade AS di Selat Hormuz, yakni VLCC Hedy dan Hero II, yang kemudian berbalik arah dan bersandar di pelabuhan Iran.
• Harga minyak sempat melonjak ke level $106/barel sebelum akhirnya bergerak di kisaran $101-$104/barel. Hal ini memicu penguatan USD dan pelemahan mayoritas mata uang lainnya akibat tekanan dari konflik di Timur Tengah.
• Inflasi headline Inggris naik menjadi 3,3% YoY pada Mar-2026 (Feb: 3,0%) dan sejalan dengan ekspektasi konsensus. Data tsb merupakan tingkat inflasi tertinggi dalam tiga bulan terakhir, dengan kenaikan terutama didorong oleh biaya transportasi yang naik sebesar 4,7% YoY dan merupakan kenaikan paling signifikan sejak Desember 2022.
• Pinjaman Indonesia tumbuh sebesar 9,49% YoY pada Mar-2026 (Feb: 9,37%). Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pinjaman yang kuat pada segmen pinjaman investasi sebesar 20,85% YoY, pinjaman modal kerja sebesar 4,38% YoY, dan kredit konsumen sebesar 5,88% YoY. Untuk full-year 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan pinjaman akan tetap stabil di kisaran 8%–12% YoY. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga tumbuh signifikan sebesar 13,55% YoY pada Mar-2026.
• Maybank: Aksi risk-averse investor pada pasar saham dan obligasi domestik menyebabkan Rupiah tertekan . Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong harga minyak kembali melonjak dan memicu kembali kekhawatiran thd dampaknya kpd anggaran fiskal Indonesia terutama subsidi energi. Selain itu, faktor musiman dari peningkatan permintaan USD utk repatriasi dividen dan pembayaran impor yg naik (karena kenaikan biaya pengapalan dan nilai impor), turut menekan Rupiah lebih lanjut.
• DBS: Yield curve SBN bergerak bearish flattening setelah keputusan BI yang hawkish di tengah kondisi risk-off global . BI secara eksplisit berfokus pada stabilitas nilai tukar yang mendorong pelaku pasar kini menghapus sepenuhnya ekspektasi potensi penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
• BNY: Rupiah tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran terkait kondisi fiskal dan keraguan atas efektivitas strategi intervensi BI. Menurut BNY, kondisi penguatan USD dan meningkatnya ketidakpastian terkait dampak kondisi makroekonomi akibat tensi geopolitik global telah menimbulkan keraguan atas efektivitas strategi intervensi BI.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dengan kisaran pergerakan yield sebesar 3-14bps seiring keputusan BI kemarin yang dinilai cenderung hawkish oleh pelaku pasar. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 8 bps ke level 6,68%. Volume transaksi outright mencapai sebesar Rp12,4 triliun, turun dari Rp15,8 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.
• IHSG ditutup melemah 2,16% ke level 7.378,61 di tengah masih tingginya ketegangan geopolitik setelah Iran menyita dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Selat Hormuz secara diam-diam. Berdasarkan sektor, pelemahan IHSG disebabkan oleh kinerja pada sektor barang konsumen non-primer (-3,43%), perindustrian (-3,41%), dan teknologi (-2,36%).
• Rupiah ditutup melemah 0,70% ke level 17.295 dibandingkan penutupan sebelumnya 17.175. Pelemahan mata uang terbesar di kawasan EM dipimpin oleh Baht Thailand, disusul oleh Rupiah yang disebabkan oleh kombinasi dari faktor kenaikan harga minyak dan permintaan domestik musiman terhadap USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP