Financial Market Update

IDR10 : 6,56% - 6,59% (cl: 6,58%)
IDR5 : 6,23% - 6,28% (cl: 6,25%)
UST10 : 4,26% - 4,29% (last: 4,29%)

IDR : 17.121 - 17.135 (cl: 17.121)
DXY : 98,08 - 98,41 (last: 98,08)
JCI : 7.601,49 - 7.681,69 (cl: 7.675,95)

Yield SUN

FR0109 (5yr) : -4bps to 6,25%

FR0108 (10yr) : 0bps to 6,58%

FR0106 (15yr) : -1bps to 6,71%

FR0107 (20yr) : +1bps to 6,67%

Point of Interest:

Kekhawatiran geopolitik mulai mereda dan mendukung sentimen pasar, seiring jalur diplomasi antara AS dan Iran masih terbuka serta komunikasi yang terus berlangsung antara Washington dan Teheran sehingga meningkatkan ekspektasi potensi negosiasi ulang. Hal ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak yg terlihat pada penurunan harga minyak mentah berjangka WTI ke bawah $97/barel dan Brent turun ke bawah $98/barel.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghubungi untuk melanjutkan negosiasi yang kemungkinan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, telah dikonfirmasi oleh pejabat AS bahwa tanggal dan tempat pertemuan langsung AS-Iran sedang ditinjau, bergantung pada progres diplomasi. Saat ini, beberapa negara Timur Tengah juga sedang berdiskusi dengan AS untuk memastikan perpanjangan gencatan senjata.

Harga emas spot naik 0,9% menjadi US$4.782,19/ons setelah sempat naik lebih dari 1% di awal sesi. Harga emas yang rebound didukung oleh harapan akan penyelesaian perang Iran yang menekan dolar AS dan mendorong penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat meningkatkan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, energi, pertanian, industri dan farmasi. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia untuk Indonesia termasuk dengan penerimaan langsung Indonesia ke dalam BRICS.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, resmi mewajibkan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) ke dalam BBM komersial melalui Kepmen ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026. Kebijakan ini berlaku mulai 3 Maret 2026 yang dirancang untuk mencapai swasembada energi dan mempercepat pemanfaatan energi terbarukan melalui target bertahap hingga tahun 2030.

Pada hari ini, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan telah melelang SUN dengan hasil yang terhimpun mencapai Rp42 triliun, di atas target indikatif Rp36 triliun. Total penawaran yang masuk mencapai Rp78,4 triliun, meningkat signifikan dari Rp58,2 triliun pada lelang sebelumnya, mencerminkan naiknya minat investor serta perbaikan sentimen pasar. Seri FR109 (kupon 5,875%/jatem 2031) menjadi seri paling diminati dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 6,29% dan nominal yang dimenangkan sebesar Rp23,55 triliun dari bid yang mencapai 44,43 triliun.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark melanjutkan tren variatif, dimana yield bergerak pada kisaran 1-7bp, dengan yield SUN tenor 10 tahun (FR0108) tidak berubah dan tetap berada di level 6,58%. Volume transaksi outright SBN meningkat menjadi Rp18,7 triliun dari Rp17,6 triliun pada sesi sebelumnya.

Bank Indonesia fokus menjaga perspektif fundamental agar investor jangka menengah-panjang tetap bertahan di pasar domestik, seperti dana pensiun dan Sovereign Wealth Fund.

IHSG ditutup menguat 2,34% ke level 7.675,95. Penguatan IHSG terutama dikontribusikan oleh sektor infrastruktur (+5.62%), sektor industri (+4,47%), dan sektor energi (+3,68%).

Rupiah ditutup melemah 0,13% ke level 17.121, dari penutupan sebelumnya 17.103. Pelemahan rupiah hari ini merupakan yang terlemah sepanjang masa dan ekonom menilai bahwa rupiah telah memasuki level keseimbangan baru. Secara domestik, fokus pasar masih tertuju pada rilis data fundamental dan persepsi terhadap ketahanan fiskal Indonesia. Selain itu, penurunan cadangan devisa pada Maret turut memberi tekanan psikologis bagi pasar seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kemampuan otoritas dalam menahan laju pelemahan rupiah di tengah arus keluar modal asing. Pasar juga menyoroti implementasi program strategis pemerintahan Prabowo yang berpotensi memengaruhi proyeksi defisit anggaran. Ketidakpastian terkait disiplin fiskal dinilai dapat membuat investor asing lebih berhati-hati terhadap aset domestik.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP