Financial Market Update
IDR10 : 6,55% - 6,60% (cl: 6,55%)
IDR5 : 6,23% - 6,27% (cl: 6,24%)
UST10 : 4,26% - 4,31% (last: 4,30%)
IDR : 17.080 - 17.119 (cl: 17.098)
DXY : 98,54 - 99,01 (last: 98,60)
JCI : 7.346,49 - 7.488,02 (cl: 7.458,50)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : -8bps to 6,24%
FR0108 (10yr) : -5bps to 6,55%
FR0106 (15yr) : 0bps to 6,73%
FR0107 (20yr) : -2bps to 6,67%
Point of Interest:
• Presiden Trump menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz di tengah berlanjutnya aksi saling serang Israel dan Hizbullah. Hal ini diperkirakan semakin memperumit rencana perundingan AS-Iran pada akhir pekan ini untuk mengubah gencatan senjata yg rapuh menjadi penghentian perang permanen.
• PM Israel setuju untuk berunding dengan Libanon, meskipun menyatakan akan terus memerangi kelompok Hizbullah di Libanon yg didukung oleh Iran. Iran sendiri diketahui memasukkan syarat gencatan senjata berupa penghentian serangan kepada Libanon/Hizbullah dan telah disetujui AS. Namun, Israel menganggap Hizbullah bukanlah bagian dari persyaratan.
• Kemenlu Kuwait mengecam serangan drone yang menargetkan fasilitas vital di negaranya dan menuduh Iran beserta kelompok proksinya melanggar kesepakatan gencatan senjata. Meskipun terdapat kerusakan material yg signifikan, situasi di Kuwait dilaporkan stabil pada hari Jumat tanpa adanya serangan lanjutan.
• PM Jepang Sanae Takaichi berencana melepas cadangan minyak strategis selama 20 hari mulai Mei mendatang. Per 6 April 2026, Jepang diketahui memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 230 hari.
• Inflasi PCE headline AS tercatat sebesar 2,8% YoY pada Feb-2026, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Sementara itu, inflasi PCE inti AS tercatat sebesar 3,0% YoY pada Feb-2026, sedikit lebih rendah dari 3,1% YoY pada Jan-2026. Secara bulanan, inflasi PCE AS periode Feb-2026 naik sebesar 0,4% MoM, sejalan dengan ekspektasi konsensus dan sedikit lebih tinggi dari kenaikan sebesar 0,3% MoM pada Jan-2026.
• PPI China periode Mar-2026 naik 0,5% YoY, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebesar 0,4% dan data sebelumnya yg menunjukkan deflasi -0,9%. Kenaikan tsb membawa sentimen positif di pasar Asia karena mengindikasikan berakhirnya periode tekanan deflasi produsen yg mencerminkan perbaikan permintaan dan aktivitas industri.
• Citigroup: BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps jika tekanan terhadap Rupiah terus meningkat. Menurut Citi, siklus kenaikan suku bunga acuan BI yg terjadi pada 2022-2024 didahului oleh meningkatnya akumulasi tekanan thd Rupiah selama beberapa bulan disertai penurunan cadev. Pola serupa nampaknya kembali terjadi setelah rilis data cadev terkini Indonesia yg turun signifikan dan tekanan thd Rupiah yg persisten.
• Menkeu Purbaya optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q2-2026 akan semakin membaik, seiring dorongan dari data pertumbuhan Q1-2026 yang jika bisa menembus di atas 5,5% akan menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi telah berbalik ke tren yang lebih baik. Perbaikan tsb didorong oleh konsumsi yang meningkat dan diharapkan mampu memperbaiki sentimen pelaku usaha serta investor, sehingga pertumbuhan ke depan berpotensi lebih cepat.
• ADB merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2%, menjadikannya yang tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Vietnam (7%), meski masih tertinggal cukup jauh. Pertumbuhan ini didorong oleh solidnya konsumsi rumah tangga selama momentum Ramadan dan Lebaran, yang diperkirakan akan terus berlanjut selama konflik di Timur Tengah tidak memburuk atau berkepanjangan.
• BI merilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Mar-2026 sebesar 122,9 yang menunjukkan bahwa keyakinan konsumen tetap berada pada level optimis. Hal ini didukung oleh persepsi yang kuat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan, yang masing-masing tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini sebesar 115,4 dan Indeks Ekspektasi Konsumen sebesar 130,4.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark mayoritas menguat dengan kisaran pergerakan yield sebesar 0-8bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 5 bps ke level 6,55%. Volume transaksi outright SBN tercatat sebesar Rp11,1 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp25,3 triliun pada hari sebelumnya.
• IHSG ditutup menguat 2,07% ke level 7.458,50 sejalan dengan sentimen positif dari penguatan bursa regional Asia setelah data PPI China diumumkan membaik di tengah pelemahan DXY yang memicu arus modal kembali ke pasar EM. Penguatan IHSG terjadi hampir di seluruh sektor, yang terutama dikontribusikan oleh kenaikan pada sektor keuangan (+3,02%), industri (+4,29%), dan barang konsumsi non-primer (+2,64%).
• Rupiah ditutup melemah 0,08% ke level 17.098, dari penutupan sebelumnya 17.085. Pelemahan tsb didorong oleh kombinasi sentimen negatif dari ketidakpastian geopolitik terkait Selat Hormuz dan revisi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank baru-baru ini.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP