Financial Market Update
IDR10 : 6,63% - 6,67% (cl: 6,66%)
IDR5 : 6,48% - 6,49% (cl: 6,48%)
UST10 : 4,32% - 4,35% (last: 4,34%)
IDR : 17.050 - 17.100 (cl: 17.095)
DXY : 99,77 - 100,16 (last: 99,98)
JCI : 6.942,63 - 7.022,04 (cl: 6.971,03)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +2bps to 6,48%
FR0108 (10yr) : +3bps to 6,66%
FR0106 (15yr) : 0bps to 6,81%
FR0107 (20yr) : 0bps to 6,81%
Point of Interest:
• Ketidakpastian terkait perang Iran masih sangat tinggi menjelang berakhirnya tenggat waktu yang diberikan AS kepada Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz. Presiden Trump memberikan batas waktu hingga 7 April 2026 pukul 8 PM Eastern time bagi Iran untuk merespon gencatan senjata. Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur kritikal di Iran seperti fasilitas pembangkit listrik, jembatan, hingga jalur kereta api, jika tidak diperoleh kesepakatan gencatan senjata hingga batas waktu yg ditentukan. Iran di sisi lain masih menyatakan penolakan atas gencatan senjata dan meminta jaminan penghentian perang secara permanen.
• Iran merilis citra satelit pusat data AI Stargate dan mengancam akan menghancurkan sepenuhnya jika AS merusak infrastruktur listrik Iran. Pusat data AI tsb merupakan milik OpenAI yg berlokasi di Abu Dhabi dan diperkirakan bernilai $30 miliar. Lokasi pusat data tsb di gurun pasir yang tersembunyi di Google Maps. Fasilitas Stargate 1GW, yang melibatkan perusahaan seperti OpenAI, Cisco, Nvidia, dan SoftBank, diposisikan sebagai elemen penting dalam jaringan teknologi regional dan global.
• Hasil lelang SBSN hari ini relatif mild dengan bid to cover ratio sebesar 2,04x, lebih rendah dari rata-rata btc YTD sebesar 3.06x. Total penawaran masuk dalam lelang sebesar Rp30,57T dengan total dimenangkan sebesar Rp15T, di atas target indikatif sebesar Rp12T. Minat terbesar investor masih pada SBSN tenor <1 tahun, yakni SPNS tenor 1 bulan (10,62x) dan 6 bulan (6,14x). Adapun pada SBSN tenor >1 tahun, minat terbesar investor pada PBS034 (13yr) dan PBS040 (5yr) masing-masing dgn WAY 6,53386% dan 6,19598%.
• Deputi Gubernur Senior BI: BI akan mengoptimalkan penggunaan seluruh instrumen dan langkah kebijakan moneter untuk menstabilkan Rupiah. Pernyataan tsb disampaikan oleh DGS menyusul nilai tukar Rupiah yg terus tertekan dan telah melampaui batas psikologis 17.000.
• Presiden Prabowo kembali memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan pada sore hari ini. Namun demikian, belum terdapat informasi lebih lanjut terkait topik bahasan dalam rapat tsb. Sejumlah menteri yg hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga, Menkeu Purbaya, Mentan Andi, Kepala Bappenas, hingga Mendiktisaintek. Selain itu, Gubernur BI dan Kepala BPS turut terpantau hadir.
• Pemerintah akan memangkas PPN tiket pesawat kelas ekonomi selama dua bulan guna meredam kenaikan harga akibat lonjakan biaya bahan bakar. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun per bulan serta menurunkan bea impor suku cadang untuk menjaga keterjangkauan tarif. Menko Perekonomian Airlangga menyatakan pemerintah akan menanggung sebagian kenaikan biaya bahan bakar yang kini mencapai sekitar 38% dari harga tiket, sehingga kenaikan tarif keseluruhan diupayakan tidak melebihi 13%.
• Industri tekstil Indonesia menghadapi tekanan kenaikan harga barang jadi di sektor ritel hingga 10%. Kenaikan tsb sejalan dgn harga bahan baku yg sudah meningkat tajam hingga 40% selama dua pekan terakhir akibat perang yg menyebabkan kenaikan harga minyak sebagaimana disampaikan oleh Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia. Menurut asosiasi, imbas kenaikan harga akan mulai dirasakan secara bertahap hingga tiga pekan ke depan.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah dengan pergerakan yield pada kisaran 0-3bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 3 bps ke level 6,66%. Volume transaksi outright SBN hari ini tercatat sebesar Rp25,6 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp19,3 triliun pada hari sebelumnya.
• IHSG ditutup melemah 0,26% ke level 6.971,03, menjelang tenggat waktu kesepakatan gencatan senjata oleh Presiden Trump kepada Iran. Pelemahan IHSG terutama dikontribusikan oleh penurunan harga saham pada sektor industri (-2,63%) dan transportasi dan logistik (-1,35%).
• Rupiah ditutup melemah 0,33% ke level 17.095, dari penutupan sebelumnya 17.038, sejalan dengan pelemahan nilai tukar peers di kawasan seiring berlanjutnya ketidakpastian terkait perang Iran dan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data cadev BI besok yang diperkirakan kembali turun akibat intervensi yg cukup agresif oleh BI untuk menstabilkan Rupiah.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP