Financial Market Update
IDR10 : 6,60% - 6,64% (cl: 6,63%)
IDR5 : 6,45% - 6,46% (cl: 6,46%)
UST10 : 4,32% - 4,36% (last: 4,32%)
IDR : 16.995 - 17.046 (cl: 17.038)
DXY : 99,76 - 100,29 (last: 100,02)
JCI : 6.934,89 - 7.009,23 (cl: 6.989,43)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : -1bps to 6,46%FR0108 (10yr) : +1bps to 6,63%
FR0106 (15yr) : -1bps to 6,81%FR0107 (20yr) : -1bps to 6,81%
Point of Interest:
• Presiden Trump mengeluarkan ancaman untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran dan menciptakan "neraka" di negara tsb. Iran menolak ultimatum Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menegaskan bahwa operasional di jalur tsb akan kembali normal setelah ada kompensasi atas kerusakan perang. Iran terpantau masih menyerang infrastruktur energi di wilayah Teluk. Namun demikian, AS, Iran, dan mediator regional dikabarkan sedang mengupayakan poin-poin terkait gencatan senjata, walaupun peluang untuk mencapai kesepakatan masih rendah.
• Iran secara tegas menolak proposal gencatan senjata dengan menyatakan bahwa "tidak ada orang waras" yang akan menyetujui tawaran tersebut. Pihak Teheran memandang gencatan senjata hanyalah jeda singkat bagi lawan untuk menyusun kembali kekuatan militer. Tanpa adanya jaminan hukum internasional yang kuat, Iran memilih untuk terus bertindak demi melindungi keamanan nasionalnya dan menuntut penghentian "perang yang dipaksakan" ini secara permanen guna memastikan siklus konflik tidak terulang kembali.
• OPEC+ sepakat menaikkan kuota produksi minyak mentah sebesar 206.000 barel per hari pada Mei 2026 guna menstabilkan pasar di tengah konflik Selat Hormuz. Analis menilai kenaikan tsb merupakan upaya simbolis dengan dampak yang diperkirakan minimal karena kerusakan infrastruktur energi akibat perang telah menghambat peningkatan produksi riil.
• Iran memperbolehkan kapal kargo minyak milik Irak utk melintasi Selat Hormuz dengan muatan sebanyak 3 juta barel per hari. Tanker milik Irak tsb mengisi muatan minyak di terminal Basrah sejak awal Maret dan saat ini telah keluar dari Selat Hormuz dan mengarah ke Malaysia.
• Sepanjang akhir pekan lalu, tercatat sebanyak 21 kapal melintasi Selat Hormuz mengindikasikan semakin banyaknya negara yg berhasil memperoleh kesepakatan dgn Iran. Lalu lintas tsb adalah yg tertinggi sejak awal Maret saat aktivitas pelayaran mulai berkurang drastis akibat perang. Meskipun jumlah kapal ini masih jauh lebih kecil dari biasanya 135 kapal per hari sebelum perang, namun jumlah ini telah meningkat signifikan.
• Rilis data AS: PMI sektor jasa Mar-2026 turun menjadi 49,8 (Feb: 51,7), mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Penurunan terjadi di tengah pertumbuhan bisnis baru yang melemah paling signifikan sejak April 2024, seiring perusahaan sektor jasa menyebutkan bahwa terjadi permintaan konsumen yang lebih lemah, sebagian terkait dengan dampak konflik Timur Tengah.
• Rilis data NFP AS Mar-2026 solid, dengan penambahan tenaga kerja sebesar 178K (survey: 60K, prev: -133K), sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% (survey: 4,4%; prev: 4,4%). Data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja yang berlanjut, shg semakin memperkuat narasi kebijakan “higher-for-longer”.
• Menkeu Purbaya menegaskan bahwa harga bahan bakar bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, dengan asumsi rata-rata harga minyak dunia di angka $100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
• Realisasi APBN hingga akhir Mar-2026 mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,92% thd PDB , didorong oleh kenaikan belanja negara sebesar 31,4% YoY menjadi Rp815,0 triliun untuk meredam dampak konflik Iran. Meskipun belanja subsidi energi dan bansos meningkat, pendapatan negara tumbuh 10,5% YoY menjadi Rp574,9 triliun, dengan pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi berkat bantalan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark mayoritas bergerak menguat terbatas dengan pergerakan yield pada kisaran 0-1bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik tipis 1 bps ke level 6,63%. Volume transaksi outright SBN hari ini tercatat sebesar Rp19,3 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp22,0 triliun pada hari perdagangan terakhir pekan lalu.
• IHSG ditutup melemah 0,53% ke level 6.989,43, sejalan dengan ancaman Presiden Trump untuk menghancurkan infrastruktur energi dan transportasi Iran. Pelemahan IHSG terutama dikontribusikan oleh penurunan harga saham pada sektor infrastruktur (-0,92%) dan barang konsumsi primer (-0,80%).
• Rupiah ditutup melemah 0,22% ke level 17.038 , dari penutupan sebelumnya 17.000, sejalan dengan sentimen negatif terkait konflik Iran dan melebarnya defisit anggaran bulan Maret.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP