Financial Market Update

IDR10 : 6,62% - 6,66% (cl: 6,62%)
IDR5 : 6,45% - 6,48% (cl: 6,47%)
UST10 : 4,28% - 4,38% (last: 4,30%)

IDR : 16.980 - 17.024 (cl: 17.000)
DXY : 99,45 - 100,26 (last: 99,98)
JCI : 7.019,23 - 7.161,80 (cl: 7.026,78)


Yield SUN

FR0109 (5yr) : +2bps to 6,47%

FR0108 (10yr) : -3bps to 6,62%

FR0106 (15yr) : +1bps to 6,82%

FR0107 (20yr) : 0bps to 6,82%


Point of Interest:

Pidato Presiden AS terkait konflik Iran gagal memberikan kejelasan arah kebijakan, sehingga memperkuat sentimen risk-off di pasar global. Tidak adanya kejelasan timeline penyelesaian konflik dan sinyal eskalasi lebih lanjut ke Iran pada pidato Trump kembali mendorong kenaikan harga minyak, yield UST, serta penguatan USD. Sementara itu, aset berisiko seperti saham mengalami tekanan. Hal ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak lanjutan konflik terhadap jalur energi global dan stabilitas ekonomi.

Presiden Trump akan mencoba menarik AS keluar dari aliansi NATO trans-atlantik, seiring Trump yang melampiaskan kekecewaannya terhadap NATO yang menolak bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran. Saat ini, anggaran militer AS mencapai sekitar 62% dari total pengeluaran pertahanan dialokasikan untuk NATO dan Pentagon memiliki aset dan kemampuan intelijen yang masih belum dapat ditandingi oleh negara lain.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, merilis surat terbuka yang ditujukan kepada masyarakat AS, menyatakan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan terhadap AS. Pezeshkian mengajak warga AS mempertanyakan apakah kebijakan "America First" milik Presiden Trump benar-benar melayani kepentingan rakyat AS atau justru hanya menguntungkan pihak lain (Israel) dalam konflik ini. Ia juga menyatakan bahwa serangan terhadap infrastruktur vital Iran, termasuk fasilitas energi dan industri, secara langsung menyasar rakyat Iran. Tindakan tersebut merupakan kejahatan perang, yang juga membawa konsekuensi melampaui batas wilayah Iran.

PMI manufaktur AS versi ISM bulan Mar-2026 naik ke level 52,7 (Feb: 52,4; survey: 52,5). Data tersebut menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik yang terkuat sejak Agustus 2022. Hasil survei memperlihatkan 60% komentar dari pelaku bisnis secara keseluruhan bersifat negatif, dimana 20% di antaranya menyebutkan terkait tarif dan sekitar 40% lainnya menyebutkan terkait perang di Timur Tengah.

Pemerintah menunda kenaikan harga BBM bersubsidi karena berpotensi menghambat pertumbuhan dan mengancam stabilitas sosial, meskipun guncangan harga minyak akibat perang Iran masih berlanjut. Menkeu Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan mengandalkan kombinasi kebijakan fiskal melalui pemotongan anggaran kementerian sebesar 10% secara menyeluruh dan mengoptimalkan potensi pajak ekspor batu bara yang baru, untuk meredam dampak oil shock sambil tetap menjaga defisit di bawah threshold 3% thd PDB.

Menkeu Purbaya: Indonesia masih mampu menghadapi rata-rata harga minyak di kisaran $100 per barel hingga akhir tahun, dengan tetap menjaga defisit anggaran sekitar 2,9% terhadap PDB. Langkah penghematan anggaran kementerian termasuk pengurangan program makan gratis berpotensi mencapai Rp190 triliun yang akan dialokasikan untuk menutup peningkatan biaya subsidi. Purbaya menilai bahwa harga minyak yang jauh di atas $100 per barel tidak akan bertahan dalam jangka panjang. Jika memang diperlukan, pemerintah masih dapat menggunakan SAL yang saat ini mencapai Rp 420 triliun dan sebagian tengah ditempatkan pada bank Himbara.

DBS: BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada RDG bulan April sambil memantau perkembangan pasar keuangan, pergerakan Rupiah, serta ekspektasi inflasi. Otoritas saat ini memilih untuk menyerap dampak awal kenaikan harga energi guna menjaga daya beli masyarakat. Namun demikian, kenaikan harga minyak lebih lanjut meningkatkan potensi terjadinya partial pass-through ke harga bahan bakar domestik, yang pada akhirnya akan mendorong inflasi dan berpotensi memicu pergeseran stance kebijakan BI menjadi lebih ketat.

Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak variatif dengan pergerakan yield pada kisaran 0-3bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 3 bps ke level 6,62%. Volume transaksi outright SBN hari ini tercatat sebesar Rp22,0 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp34,6 triliun pada hari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah sebesar 2,19% ke level 7.026,78, sejalan dengan uncertainty yang kembali meningkat setelah Presiden Trump menyatakan akan meningkatkan intensitas serangan ke Iran dalam beberapa minggu ke depan. Pelemahan IHSG terutama dikontribusikan oleh pelemahan harga saham pada sektor bahan baku (-4,86%), infrastruktur (-3,96%) , dan energi (-2,94%).

Rupiah ditutup melemah 0,12% ke level 17.000, dari penutupan sebelumnya 16.980. Pelemahan tsb sejalan dengan penguatan USD sebagai safe haven currency seiring tensi geopolitik yang kembali meningkat pasca pidato Presiden Trump di tengah masih tingginya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP