Financial Market Update

IDR10   : 6,65% - 6,83% (cl: 6,65%)

IDR5    : 6,43% - 6,60% (cl: 6,45%)

UST10 : 4,26% - 4,33% (last: 4,30%)

 

IDR      : 16.965 - 17.025 (cl: 16.980)

DXY     : 99,30 - 99,88 (last: 99,39)

JCI       : 7.136,25 - 7.207,17 (cl: 7.184,44)

 

Yield SUN

FR0109 (5yr)    : -14bps to 6,45%

FR0108 (10yr) : -18bps to 6,65%

FR0106 (15yr) : -12bps to 6,81%

FR0107 (20yr) : -6bps to 6,82%

 

Point of Interest:

 

·        Presiden Trump menyatakan AS dapat mengakhiri perang dengan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan, meskipun tanpa meraih kesepakatan dgn Iran. Trump menyiratkan bahwa AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya di Iran (terkait senjata nuklir dan pergantian rezim) dan akan menyerahkan penyelesaian masalah Selat Hormuz kepada negara-negara lain.

 

·        Pernyataan Trump disambut positif pelaku pasar, menandakan potensi de-eskalasi konflik dalam jangka pendek. Harga minyak jenis Brent sempat turun hingga ke level $98,88 per barel (dari kisaran sebelumnya $106 per barel). Namun demikian, harga minyak kembali naik ke kisaran $101/barel seiring masih belum adanya kejelasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

 

·        Presiden Trump akan menyampaikan pidato kenegaraan pada Rabu malam untuk memberikan pembaruan penting terkait Iran. Hal tsb disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, melalui unggahan di X tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

 

·        Menlu Marco Rubio menyatakan bahwa AS hampir mencapai garis finis di Iran, meskipun menegaskan bahwa target pemerintah tidak akan tercapai dalam satu atau dua hari ke depan. Rubio juga menegaskan bahwa AS akan mengkaji kembali manfaat NATO segera setelah konflik Iran berakhir.

 

·        Menlu Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi konfrontasi apapun dengan AS. Meskipun mengonfirmasi adanya kontak langsung dgn Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, namun Araghchi menegaskan bahwa hal itu idak bisa diartikan sebagai proses negosiasi. Ia menambahkan bahwa Iran sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada AS dan tidak yakin pembicaraan dengan AS akan membuahkan hasil.

 

·        Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menargetkan serangan kepada 18 perusahaan teknologi jika AS terus melancarkan serangan dan menargetkan para pemimpin Iran. Diantara perusahaan tsb adalah Cisco, HP, Intel, Oracle, Microsoft, Apple, Google, Meta, IBM dll.

 

·        Rilis data PMI Manufacturing China (RatingDog) periode Mar-2026 memburuk ke 50,8 (prev.52,1) atau di bawah ekspektasi sebesar 51,5. Aktivitas pabrik di China yang berorientasi ekspor mengalami perlambatan akibat lonjakan biaya operasional setelah rantai pasok menghadapi gangguan yang signifikan selama konflik Iran. Hasil survey swasta tsb kontras dengan rilis data resmi pemerintah yg menunjukkan sektor manufaktur China justru membaik meskipun terdampak konflik Iran.

 

·        Rilis data PMI Manufacturing Indonesia (versi S&P Global) untuk periode Mar-2026 turun menjadi 50,1 (prev. 53,8). Data tsb merupakan yg terendah sejak Juli 2025 meskipun masih bertahan di area ekspansi untuk delapan bulan terakhir. Perlambatan dipicu oleh dampak perang di Timur Tengah yang mengganggu pasokan dan menaikkan harga bahan baku sehingga produksi, pesanan baru, dan ekspor menurun.

 

·        Rilis data inflasi Mar-2026 Indonesia tercatat naik 3,48% YoY, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 3,64% dan data Feb-2026 sebesar 4,76%. Inflasi terutama dikontribusikan kenaikan pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,24% (kontribusi 1,08%), khususnya tarif listrik. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami kenaikan sebesar 15,32% (kontribusi 1,02%), terutama pd komoditas emas perhiasan, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau dgn inflasi 3,34% (kontribusi 0,99%).

 

·        Data neraca perdagangan Indonesia pada Feb-2026 tercatat surplus $1,27 miliar, atau naik dari periode Jan-2026 sebesar $950 juta, meskipun lebih rendah dari ekspektasi $1,5 miliar. Neraca tsb ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar $2,19 miliar, seperti lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Sementara itu, komoditas migas mencatatkan defisit $920 juta, terutama dari minyak mentah dan hasil minyak, serta gas.

 

·        Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak menguat tajam, dengan penurunan yield pada kisaran 6-18bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun tajam 18 bps ke level 6,65%. Volume transaksi outright SBN hari ini tercatat sebesar Rp34,6 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp40,0 triliun pada hari sebelumnya. Penguatan signifikan pada obligasi domestik pemerintah terutama disebabkan oleh optimisme bahwa perang di Timur Tengah akan segera berakhir, menyusul pernyataan Presiden Trump bahwa AS akan segera mengakhiri keterlibatan militernya di Iran.  

 

·        IHSG ditutup menguat sebesar 1,93% ke level 7.184,44, sejalan dengan optimisme terkait potensi segera berakhirnya konflik di Timur Tengah. Penguatan IHSG terutama dikontribusikan oleh penguatan harga saham pada sektor industri (+6,11%) dan barang konsumsi non-primer (+5,22%).

 

·        Rupiah ditutup menguat 0,09% ke level 16.980, dari penutupan sebelumnya 16.995. Meskipun sejalan dengan penguatan mata uang regional Asia, penguatan Rupiah hari ini cukup rendah dibandingkan peers sejalan dengan masih adanya kekhawatiran terkait isu ketahanan fiskal.  


 

*Divisi Pengelolaan Investasi*

*DAPENBI IP*