Financial Market Update
IDR10 : 6,83% - 6,85% (cl: 6,84%)
IDR5 : 6,55% - 6,57% (cl: 6,56%)UST10 : 4,40% - 4,47% (last: 4,46%)
IDR : 16.924 - 16.970 (cl: 16.965)
DXY : 99,80 - 100,15 (last: 100,10)JCI : 7.070,21 - 7.154,56 (cl: 7.097,06)
Yield SUN
FR0109 (5yr) : +1bps to 6,56%FR0108 (10yr) : +1bps to 6,84%
FR0106 (15yr) : -1bps to 6,96%FR0107 (20yr) : -1bps to 6,87%
Point of Interest:
• Presiden Trump memperpanjang batas waktu penundaan serangan ke Iran selama 10 hari hingga 6 April guna memberikan ruang bagi negosiasi. Menurut Trump, perpanjangan diberikan sebagai imbalan kepada Iran yg telah memperbolehkan 10 kapal tangker minyak melintasi Selat Hormuz. Meskipun Trump menyatakan bahwa pembicaraan dgn Iran masih berlangsung dengan sangat baik, pemberitaan di berbagai media justru menyatakan sebaliknya, termasuk bantahan dari Teheran terkait adanya pembicaraan langsung dgn AS.
• OECD memperingatkan outlook yang suram thd ekonomi akibat perang Iran yang berlarut-larut. Tingkat inflasi tahun 2026 diperkirakan dapat mencapai 4,2% di AS dengan inflasi negara-negara G20 secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai 4% atau naik dari 3,4% tahun lalu.
• Rilis data continuing jobless claims AS turun menjadi 1.819 ribu pada pekan yang berakhir 14 Mar 2026 (prev. 1.851 ribu), terendah dalam hampir dua tahun, meskipun masih lebih baik dari ekspektasi 1.850 ribu. Data tsb menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap kuat, sehingga berpotensi menahan ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed dalam jangka pendek.
• Pernyataan sejumlah pejabat The Fed cenderung hawkish dan menilai bahwa inflasi masih menjadi ancaman utama. FedRes Gov Michael Barr menyatakan menahan suku bunga acuan merupakan langkah paling rasional di tengah tingginya ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah dan dampaknya thd pencapaian target inflasi. Fed Vice Chair Philip Jefferson menyatakan bahwa shock harga minyak akan berdampak pada kenaikan harga lainnya. FedRes Gov Lisa Cook menilai bahwa risiko inflasi saat ini menjadi lebih besar akibat perang Iran di tengah kondisi pasar tenaga kerja yg cukup seimbang.
• Saudi Aramco kembali memangkas pasokan minyak ke Asia untuk kedua kalinya berturut-turut pada April 2026 mendatang, akibat gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz di tengah konflik geopolitik.
• Negara-negara Asia semakin merasakan tekanan karena cadangan energi yang relatif terbatas dampak dari ketergantungan tinggi terhadap impor energi dari Timur Tengah. Filipina menjadi yang pertama yang mengumumkan darurat energi, dengan stok bahan bakar tinggal sekitar 45 hari ke depan. Di Pakistan, cadangan minyak diperkirakan hanya cukup sekitar 15-20 hari, Bangladesh memiliki buffer sekitar 20-25 hari, dan Vietnam juga berada di kisaran yang mirip sekitar 20 hari. India yg sempat diberitakan memiliki cadangan energi terbatas, ternyata masih memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 60-70 hari ke depan. Adapun di Indonesia, jumlah cadangan BBM nasional diperkirakan berada di kisaran 18 hingga 21 hari.
• Bloomberg Intelligence: Perang Iran yg bertahan hingga 18 bulan atau lebih akan meningkatkan harga minyak ke level $150/barel dan inflasi AS berpotensi mencapai 8%. Hal ini akan menyebabkan yield curve UST cenderung flatten , dimana kenaikan yield terbesar akan terjadi pada tenor pendek.
• China memulai investigasi terhadap praktik dagang AS sebagai bentuk retaliasi atas penyelidikan serupa yang telah lebih dulu dilakukan AS thd China. Fokus investigasi China khususnya terhadap praktik dagang AS berkaitan dengan supply chains dan produk energi terbarukan.
• Bank Indonesia merilis data M2 (jumlah uang beredar secara luas) bulan Februari yang tumbuh 8,7% YoY, melambat dari 10,0% di Januari. Pertumbuhan M2 terutama didorong oleh peningkatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat sebesar 25,6% serta kenaikan penyaluran kredit sebesar 8,9%. Peningkatan tsb juga didukung oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4% serta ekspansi uang kuasi sebesar 3,1%.
• Pertamina masih melakukan upaya negosiasi agar dua tanker milik Indonesia dapat melewati Selat Hormuz. Sementara itu, kapal tanker Malaysia dan Thailand dikabarkan telah lebih dulu diperbolehkan melintasi Selat Hormuz. Menteri ESDM beralasan bahwa Indonesia masih dalam antrian untuk melakukan negosiasi dan meminta untuk diberikan waktu. Iran sebelumnya menyampaikan bahwa hanya kapal-kapal asing yang tidak mendukung tindakan agresi thd negara tsb dan mengikuti peraturan Teheran yang diizinkan melintasi Selat Hormuz.
• Harga obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak mixed, dengan pergerakan yield terbatas pada kisaran ±1bps. Yield SUN 10 tahun ditutup naik 1 bps ke level 6,84%. Volume transaksi outright SBN hari ini tercatat sebesar Rp31,0 triliun, naik dari Rp25,8 triliun pada hari sebelumnya. Dampak pemberitaan terkait penempatan dana pemerintah Rp100T ke Himbara dan Bank DKI serta wacana pemangkasan anggaran hingga Rp120T, mampu menahan kenaikan yield SBN sementara waktu.
• IHSG ditutup melemah sebesar 0,94% ke level 7.097,06, terutama dikontribusikan oleh penurunan harga saham pada sektor infrastruktur (-1,29%), industri (-1,27%), dan teknologi (-0,97%).
• Rupiah ditutup melemah 0,36% ke level 16.965, dari penutupan sebelumnya 16.904.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP