Financial Market Update
IDR10 : 6,83% - 6,92% (cl: 6,83%)
IDR5 : 6,55% - 6,64% (cl: 6,55%)
UST10 : 4,34% - 4,39% (last: 4,36%)
IDR : 16.885 - 16.905 (cl: 16.904)
DXY : 99,56 - 99,93 (last: 99,74)
JCI : 7.152,59 - 7.323,70 (cl: 7.164,09)
Yield SUN
FR0109 (5yr) :
-8bps to 6,55%
FR0108 (10yr) : -8bps to 6,83%
FR0106 (15yr) : -3bps to 6,97%
FR0107 (20yr) : -4bps to 6,88%
Point of Interest:
• Iran
menlak prpsal perdamaian 15 pin yang diajukan leh AS dan membalas dengan
mengajukan 5 pin persyaratan sendiri untuk gencatan senjata. Syarat yang
diajukan Iran antara lain mencakup pengakuan atas kedaulatannya di Selat Hrmuz,
kmpensasi atas kerusakan akibat perang (dikabarkan sebesar $1 triliun), serta
jaminan bahwa AS dan Israel tidak akan melanjutkan serangan apapun di masa
depan. Harga minyak Brent kembali naik hingga ke level $108 per barel dan
bergerak fluktuatif di kisaran tersebut seiring ketidakpastian gencatan senjata
yang masih tinggi.
• Iran
menyatakan bahwa kapal nn-agresif yang memenuhi ketentuan dapat melintasi Selat
Hrmuz. Misi Tetap Republik Islam Iran untuk PBB menyampaikan bahwa kapal nn-agresif
yang dimiliki atau terafiliasi dengan negara yang tidak terlibat dan tidak
mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi ketentuan
keselamatan dan keamanan yang berlaku, dapat melintasi Selat Hrmuz dengan aman
setelah berkrdinasi dengan tritas Iran terkait.
• Rusia
Mengirim Drne ke Iran: Menurut data intelijen AS, Rusia dilaprkan akan mulai
mengirimkan drne, bat-batan, dan makanan ke sekutunya yaitu Iran, untuk
mendukung upaya Iran melawan AS dan Israel. Rusia akan membatasi dalam hal
jenis mdel drne yang akan mereka kirim, seperti drne jenis kamikaze Geran-2 dan
Shahed-136.
• Juru
bicara Gedung Putih menyampaikan bahwa AS-China Summit akan dijadwalkan ulang
pada 14-15 Mei 2026. Pertemuan yg semula dijadwalkan pada akhir Maret-awal
April sempat ditunda akibat fkus AS yg terpusat pada perang Iran.
• Blmberg:
Tekanan inflasi berptensi terjadi di kawasan Asia melalui kenaikan harga input
sektr pertanian akibat pengetatan paskan. Harga pestisida, prduk turunan minyak
( feedstck ), serta glyphsate (herbisida) dilaprkan meningkat yang menahan prdusen
pangan melakukan pesanan baru, yang pada akhirnya akan berdampak pada utput dan
harga pangan. Kndisi tersebut turut menekan mata uang di kawasan Asia di tengah
masih tingginya ketidakpastian terkait knflik Iran.
• Ekspektasi
penurunan suku bunga The Fed semakin mengecil berdasarkan CME FedWatch Tl,
dengan peluang pemangkasan baru diperkirakan terjadi pada Q3/Q4-2027. Sementara
itu, prbabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps mulai meningkat dan
mencapai 33% pada Q4-2026 seiring kekhawatiran terkait inflasi yang kembali
memanas.
• JK
mendukung langkah pemerintah melalui Kemenkeu yang menempatkan dana Rp100
triliun ke perbankan, terutama Himpunan Bank Milik Negara dan Bank Jakarta,
guna memperkuat likuiditas, menekan biaya bunga, serta mempercepat transmisi
suku bunga mengikuti BI Rate. Kebijakan ini juga dinilai mampu meredakan
persaingan penghimpunan dana antarbank, sekaligus mendrng stabilitas pasar
melalui investasi sementara di SBN sebelum disalurkan menjadi kredit.
• JK
menargetkan aturan free flat 15% mulai berlaku akhir Maret 2026. Menurut
pejabat terkait JK, kebijakan tsb tercantum dalam revisi Peraturan Nmr I-A
tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas yang diusulkan Bursa Efek
Indnesia (BEI), dan telah disetujui JK dengan sejumlah penyesuaian dan akan
segera difinalisasi. JK juga memberikan masa transisi selama tiga tahun bagi
emiten untuk memenuhi ketentuan tersebut dengan mekanisme kebijakan exit plicy
bagi perusahaan yang tidak mampu memenuhi batas minimal free flat .
•UB Asset Management Indnesia
memperkirakan yield bligasi dmestik masih akan berada di level tinggi selama
harga minyak bertahan di atas $80 per barel. Hal ini sejalan dengan pelaku
pasar yang terus mengantisipasi peningkatan ekspektasi inflasi akibat tingginya
harga minyak. UB AM juga mempertahankan strategi defensif pada prtfli bligasi
dengan melakukan shrtening durasi dan selektif, khususnya pada bligasi krprasi
dengan rating tinggi.
• Harga
bligasi dmestik pemerintah seri benchmark bergerak menguat, dengan kisaran
penurunan yield sebesar 3-8bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 8 bps ke level
6,83%. Vlume transaksi utright SBN hari ini tercatat sebesar Rp25,8 triliun,
naik dari Rp18,0 triliun pada hari sebelumnya.
• IHSG
ditutup melemah sebesar 1,89% ke level 7.164,09 sejalan dengan pelemahan bursa
saham reginal Asia yang disebabkan leh risk ff md setelah Iran diberitakan menlak
prpsal gencatan senjata yang diajukan AS. Pelemahan IHSG terutama dikntribusikan
leh penurunan harga saham pada sektr energi (-2,91%), industri (-2,79%), dan
barang knsumen siklikal (-2,30%).
• Rupiah
ditutup menguat 0,04% ke level 16.904, dari penutupan sebelumnya 16.910.
Divisi Pengellaan Investasi
DAPENBI IP