Financial Market Update
Point of Interest:
·
Harga
minyak jenis Brent kembali naik di atas $90/barel, seiring ketidakpastian seputar akhir dari perang Iran
diikuti oleh pernyataan angkatan laut UK bahwa terdapat tiga kapal yang
diserang di Selat Hormuz dan Teluk Persia. Kondisi tsb mensinyalkan bahwa belum
terdapat tanda-tanda bahwa konflik akan mereda, khususnya setelah Presiden
Trump memperingatkan Iran untuk tidak memasang ranjau di Selat Hormuz.
·
International
Energy Agency (IEA) akan segera memutuskan rencana pelepasan cadangan minyak
strategis terbesar sepanjang sejarah
guna meredam lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel dan Iran, sekaligus
meredakan volatilitas pasar komoditas dalam jangka pendek.
·
ECB
mengindikasikan kemungkinan respons kebijakan moneter yang lebih cepat apabila
konflik Iran memicu tekanan inflasi tambahan di kawasan Eropa. Anggota Dewan Gubernur Peter Kazimir
menyatakan bahwa ECB tidak akan berspekulasi mengenai timing, namun
menegaskan kesiapan bank sentral untuk bertindak lebih awal dalam menaikkan
suku bunga, apabila risiko inflasi meningkat akibat dinamika geopolitik dan
harga energi.
·
Konflik
di Timur Tengah mulai mengganggu keseimbangan pasar LNG global, tercermin dari pengalihan sejumlah kargo dari Eropa ke
Asia seiring meningkatnya persaingan pasokan. Dengan buffer suplai yang
semakin menipis, dinamika ini berpotensi memperketat pasar energi dan mendorong
kenaikan harga gas di kedua kawasan dalam jangka pendek.
·
Bloomberg:
Outlook fiskal AS diperkirakan semakin memburuk dengan defisit sekitar
6% PDB per tahun dan rasio utang
terhadap PDB yang berpotensi terus meningkat dalam dekade mendatang.
Peningkatan beban bunga akibat refinancing utang lama pada suku bunga
yang lebih tinggi, menjadi faktor utama tekanan fiskal. Sementara itu,
pertumbuhan nominal PDB yang lebih rendah dari defisit mempercepat kenaikan
rasio utang. Hal inilah yang mendorong pemerintahan Trump mengejar kebijakan
suku bunga rendah, karena menjadi faktor krusial yang dapat membantu menahan
biaya utang sekaligus mendukung pertumbuhan dan penerimaan fiskal.
·
Rilis
data AS semalam: ADP menunjukkan penambahan sekitar 15.500 pekerjaan per minggu. Penjualan rumah existing meningkat
1,7% MoM, menjadi 4,09 juta pada Feb-26 (surv: 3,89 juta). Meski rebound,
inventori rumah tidak terjual tercatat meningkat sebesar 2,4% menjadi 1,29 juta
dengan harga jual rumah tinggal naik 0,3% dari tahun sebelumnya menjadi $389rb.
·
APBN
hingga Februari 2026 mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun (-0,53% dari PDB
atau naik 342,4% YoY). Defisit
disebabkan oleh total pendapatan negara sebesar Rp358 triliun (+12,8% YoY) yang
lebih kecil dibandingkan belanja negara yang mencapai Rp493,8 triliun (+41,9%
YoY). Meski terjadi defisit, pemerintah menegaskan penerimaan pajak masih
tumbuh sekitar 30,4% YoY pada awal 2026, didorong oleh efektivitas sistem
administrasi baru dan kepatuhan wajib pajak yang meningkat. Pemerintah tetap
optimis menjaga target defisit tahunan di angka 2,68% meskipun tekanan
eksternal meningkat.
·
Komisi XI
DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah menyelesaikan proses fit and proper test
terhadap 10 kandidat. Keputusan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi
XI DPR RI pada hari ini dan selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR
untuk disahkan pada 12 Maret 2026. Friderica Widyasari Dewi terpilih sebagai
Ketua DK OJK, didampingi Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, serta
Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Budiarso di posisi eksekutif pengawas.
·
Lelang
Sukuk Negara kemarin mencatat bid to cover ratio sebesar 2,06x, dengan total penawaran masuk sebesar Rp30,98 triliun,
lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya sebesar Rp35,61 triliun. Jumlah lelang
dimenangkan sebesar Rp15 triliun, dengan cut off yield masing-masing seri
yang dilelang, antara lain SPNS06042026 (5.05%), SPNS08092026 (5.15%),
SPNS23112026 (5.15%), PBS030 (tidak dimenangkan), PBS040 (5.87%), PBSG002
(6.50%), PBS034 (6.55%), dan PBS038 (6.79%).
·
Gaikindo:
Penjualan mobil domestik di Indonesia pada Feb-2026 naik signifikan mencapai
81.159 unit (wholesales), atau
tumbuh 22,1% MoM dan 12,2% YoY, dipicu oleh IIMS 2026 dan permintaan jelang
Lebaran. Tren positif ini turut didukung kenaikan penjualan ritel sebesar 16,7%
MoM menjadi 78.219 unit, yang memperkuat potensi pencapaian target total
penjualan 850.000 unit sepanjang tahun 2026.
·
Harga obligasi
domestik pemerintah seri benchmark bergerak melemah terbatas dengan penurunan yield pada kisaran 0-5bps. Yield
SUN 10 tahun ditutup stabil pada level 6,69%. Volume transaksi outright
SBN hari ini tercatat sebesar Rp31,4 triliun, turun dari Rp32,3 triliun pada perdagangan
hari sebelumnya.
·
IHSG
ditutup melemah sebesar 0,69% ke level 7.389,40 seiring dengan net jual investor asing yang tercatat
sebesar Rp938,66 miliar. Pelemahan IHSG terutama dikontribusikan oleh penurunan
pada sektor bahan baku (-2,03%), energi (-2,01%) dan industri (-1,34%).
·
Rupiah ditutup
melemah 0,05% ke level 16.870, dari
penutupan sebelumnya 16.861.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP