Financial Market Update

Point of Interest:

  1. Indonesia menawarkan obligasi offshore dalam CNY dan EUR di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko fiskal, khususnya pasca pengumuman defisit APBN Januari 2026 dan penurunan outlook oleh Moody’s yang memicu volatilitas aset domestik. Pemerintah memasarkan obligasi senilai CNY9,25 miliar (eq.$1,3 miliar) dan obligasi euro senilai EUR2,7 miliar (eq.$3,2 miliar) dalam tiga tenor (3, 5, 10 tahun). Instrumen EUR mencatat permintaan sebesar EUR9,2 miliar (di luar minat dari lead manager). Penerbitan obligasi kali ini berlangsung di tengah upaya otoritas untuk menjaga akses pembiayaan dan memulihkan kepercayaan investor asing pasca tekanan pasar sejak awal tahun 2026.
  2. Permata: Periode Ramadhan dan Idul Fitri diproyeksikan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0.25%-0.3%, terutama dari konsumsi rumah tangga. Daya beli dari rumah tangga masih relatif stabil, didukung oleh penyaluran bansos, pemberian diskon tarif transportasi mudik, serta pemberian THR dan bonus. Adapun sektor perekonomian seperti F&B, restoran, transportasi dan rekreasi diperkirakan yang paling diuntungkan pada periode ini.  
  3. Pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed seiring perbaikan sentimen risiko global, dengan peluang cut 25bps pada Juni turun ke 50% (terendah sejak awal tahun 2026) dan total pelonggaran sepanjang tahun 2026 yang kini diproyeksikan lebih moderat (menjadi 52bps dibandingkan awal pekan lalu sebesar 62,5bps). Pergeseran ini mencerminkan persepsi pasar atas stabilisasi kondisi keuangan dan data ekonomi AS sehingga belum memberikan urgensi tambahan bagi kebijakan yang lebih akomodatif.
  4. Presiden FedRes Bank of Boston Susan Collins menyatakan bahwa suku bunga kemungkinan akan dipertahankan “untuk beberapa waktu ke depan,” seiring data ekonomi terbaru menunjukkan perbaikan pasar tenaga kerja di tengah inflasi yang masih bertahan. Collins menilai perlunya bukti tambahan bahwa inflasi benar-benar turun menuju target 2% di tengah tingkat suku bunga saat ini sudah di level yang sedikit restriktif dan kemungkinan mendekati netral. Di sisi lain, Collins menilai putusan SCOTUS membatalkan tarif global Trump meningkatkan ketidakpastian thd prospek ekonomi AS dan berpotensi meningkatkan risiko inflasi tetap persisten.
  5. Presiden Trump menegaskan kembali agenda tarifnya dalam pidato kenegaraan, meski Mahkamah Agung AS telah membatalkan tarif tsb. Pernyataan tersebut menandakan risiko kebijakan perdagangan masih akan berlanjut melalui mekanisme lain, sehingga ketidakpastian tarif tetap menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar global.
  6. Perusahaan swasta AS menambahkan rata-rata 12.750 pekerjaan per pekan dalam empat pekan terakhir per 7 Februari 2026, naik dari 11.500 pada periode sebelumnya. Data tsb merepresentasikan tingkat perekrutan paling signifikan sejak November 2025 dan menunjukkan peningkatan momentum baru dalam sektor ketenagakerjaan di AS.
  7. PM Jepang menunjuk dua kandidat pengganti anggota dewan BoJ yang dipersepsikan dovish, karena cenderung mendukung kebijakan moneter dan fiskal yang lebih akomodatif, berlawanan dengan ekspektasi sebagian investor terhadap figur yang lebih fokus pada disiplin fiskal dan stabilitas nilai tukar. Hal ini memicu spekulasi bahwa BoJ akan lebih toleran terhadap kebijakan fiskal ekspansif yang berisiko meningkatkan supply JGB jangka panjang dan meningkatkan yield pada tenor tsb. Potensi dovish juga diperkirakan menekan JPY lebih lanjut yang akan berujung pada kenaikan premi risiko inflasi jangka panjang akibat risiko imported inflation
  8. China menyatakan kesiapannya mengambil langkah balasan apabila AS menggunakan peninjauan kesepakatan Phase One sebagai dasar penerapan tarif tambahan. China menekankan bahwa komitmen perjanjian dengan AS dalam perjanjian Phase One telah dijalankan, termasuk kewajiban terkait perlindungan kekayaan intelektual dan pembukaan akses pasar. Pernyataan ini mengindikasikan meningkatnya risiko ketegangan dagang, meskipun Beijing tetap membuka ruang dialog melalui mekanisme konsultasi yang ada.
  9. BOC mempertahankan suku bunga LPR 1 dan 5 tahun masing-masing 3,0% dan 3,50% pada Februari 2026 sejalan dengan ekspektasi konsensus. Keputusan moneter ini diambil sejalan dengan PBoC yang berupaya menyeimbangkan antara dukungan pertumbuhan ekonomi dengan risiko stabilitas keuangan.
  10. Harga obligasi domestik pemerintah seri _benchmark_ bergerak menguat terbatas dengan kisaran penurunan yield sebesar 0-2bps. Yield SUN 10 tahun ditutup turun 1 bps ke level 6,42%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp22,9 triliun, turun dari Rp34,5 triliun pada perdagangan hari sebelumnya.
  11. IHSG ditutup menguat 0,50% ke level 8.322,23 sejalan dengan penguatan bursa saham regional Asia. Penguatan terutama didorong oleh kinerja sektor kesehatan (+2,73%), konsumen non-primer (+2,71%), dan perindustrian (+2,21%) seiring membaiknya sentimen terhadap prospek konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
  12. Rupiah ditutup menguat 0,23% ke level 16.785, dari penutupan sebelumnya 16.823.

  

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP