Financial Market Update
Point
of Interest:
·
Pelaku
pasar mencermati rencana negosiasi nuklir AS-Iran putaran ketiga di Jenewa yang
dijadwalkan pada 26 Februari. Ketidakpastian ini mendorong kenaikan harga
minyak mentah Brent ke $72/barel yang merupakan level tertinggi dalam enam
bulan terakhir seiring kekhawatiran terkait gangguan pasokan.
·
Harga
emas global naik tajam ke level $5.225/Toz seiring ketidakpastian kebijakan
perdagangan global yang masih berlanjut dan meningkatnya risiko geopolitik di
Timur Tengah, sehingga mendorong permintaan aset safe-haven. Menlu Iran
menyatakan bahwa solusi diplomatik yang saling menguntungkan dapat dicapai dan
mengkonfirmasi rencananya untuk bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di
Jenewa, Swiss.
·
Data
factory orders AS yg dirilis semalam turun sebesar 0,7% MoM pada Desember 2025,
berbalik arah dari kenaikan sebesar 2,7% pada November 2025 (surv: -0,7%).
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan pesanan peralatan
transportasi sebesar 5,4% MoM akibat penurunan permintaan signifikan dari
pesawat sipil.
·
Jepang
berupaya memastikan kebijakan tarif baru AS tidak memperburuk posisi dagangnya
dibandingkan kesepakatan sebelumnya, di tengah dinamika kebijakan perdagangan
Washington yang masih fluktuatif. Kedua negara juga menegaskan komitmen untuk
mempercepat implementasi proyek dalam kerangka investasi senilai $550 miliar,
mencerminkan upaya menjaga stabilitas hubungan ekonomi bilateral meskipun
ketidakpastian tarif global masih tinggi.
·
China
secara resmi memberlakukan kontrol ekspor terhadap 20 entitas Jepang, termasuk
anak usaha Mitsubishi Heavy Industries dan agensi luar angkasa Jepang, dengan
alasan keamanan nasional dan "remilitarisasi" Jepang. Sebanyak 20
organisasi lainnya, termasuk produsen otomotif Subaru, dimasukkan ke dalam
daftar pantau yang memerlukan tinjauan ketat untuk ekspor barang yang bisa
digunakan untuk militer (dual-use).
·
Menkeu
Purbaya resmi memperpanjang penempatan dana pemerintah senilai Rp200 triliun di
bank Himbara hingga September 2026. Dana yang berasal dari saldo anggaran lebih
(SAL) tersebut semula akan jatuh tempo pada 13 Maret 2026 dan langsung
diperpanjang selama enam bulan. Purbaya juga menyatakan membuka peluang untuk
menambah penempatan dana pemerintah di perbankan apabila likuiditas tersendat.
·
Gaikindo:
Data volume penjualan mobil di Indonesia mencapai 66.447 unit pada Januari
2026, atau tumbuh 7,0% YoY tetapi turun 29,4% MoM. Gaikindo optimis bahwa
penjualan mobil sepanjang tahun 2026 akan mencapai target yang ditetapkan
sebesar 850.000 unit. Namun, masih banyak tantangan bagi sektor otomotif dari
segi daya beli, nilai tukar mata uang, dan suku bunga.
·
Pelaku
pasar masih bersikap wait and see menjelang pertemuan pemerintah dengan Fitch
terkait penilaian rating Indonesia, di tengah kehati-hatian terhadap kondisi
fiskal dan stabilitas ekonomi. Hal ini
berpotensi menahan aliran modal masuk serta meningkatkan volatilitas rupiah dan
pasar obligasi dalam jangka pendek.
·
Harga obligasi
domestik pemerintah seri _benchmark_ bergerak menguat terbatas dengan kisaran penurunan _yield_ sebesar 0-1bps. _Yield_
SUN 10 tahun ditutup turun 1 bps ke level 6,43%. Volume transaksi SBN secara
_outright_ tercatat sebesar Rp34,5 triliun, naik dari Rp28,1 triliun pada perdagangan
Jumat pekan lalu.
·
IHSG
ditutup melemah sebesar 1,37% ke level 8.280,83 terutama disebabkan pelemahan sektor energi (-3,50%) dan
barang konsumsi non-primer (-3,12%) seiring investor yang menilai kembali
risiko geopolitik dan ketidakpastian tarif dagang AS.
·
Rupiah ditutup
melemah 0,17% ke level 16.823, dari
penutupan sebelumnya 16.794.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP