Financial Market Update
Point
of Interest:
•
Lelang
SBSN hari ini mencatat total penawaran masuk sebesar Rp34,46 triliun, dengan
penyerapan pemerintah sebesar Rp10 triliun (bid-to-cover ratio 3,4x) yang
menunjukkan minat investor tetap solid terhadap SBN. Permintaan tertinggi
tercatat pada seri PBSG002 (8yr) dan PBS030 (3yr) dengan bid-to-cover masing-masing
14,9x dan 14,0x, mencerminkan kuatnya appetite pada tenor menengah. Seri PBS038
memperoleh alokasi terbesar Rp2,6 triliun, sementara PBS040 dan PBS034
masing-masing diserap Rp2,05 triliun dan Rp1,6 triliun. Secara keseluruhan,
hasil lelang menunjukkan likuiditas pasar yang kuat serta preferensi investor
terhadap tenor lebih panjang seiring yield yang masih menarik.
•
Analis
Mirae Asset menilai yield SBN 10 tahun tetap menarik seiring spread yang
semakin melebar terhadap UST (kembali di atas 200bps). Hal ini menjadikan tenor
menengah-panjang sebagai pilihan yang kompetitif. Seiring indikator makro yang
mulai stabil dan kebijakan yang lebih terarah, potensi penguatan pasar obligasi
dinilai terbuka jika aliran dana asing kembali pulih.
•
Kemenkeu
menerbitkan Pedoman Teknis Penerbitan Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah, sebagai
acuan baru bagi Pemda dalam menghimpun pembiayaan alternatif untuk proyek
infrastruktur dan layanan publik. Pedoman ini mengatur proses end-to-end mulai
dari penetapan batas utang dan Barang Milik Daerah sebagai jaminan, persetujuan
Mendagri dan Menkeu, pendaftaran ke OJK, penerbitan prospektus, hingga
pemeringkatan efek. Peraturan diharapkan dapat memperluas sumber pendanaan
pembangunan dan memperkuat peran Pemda dalam pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan.
•
Gubernur
Fed Christopher Waller mendukung penurunan suku bunga pada FOMC Desember,
dengan alasan pasar tenaga kerja masih lemah. Namun, ia menilai keputusan mulai
Januari akan bergantung pada rilis data ekonomi yang tertunda, termasuk data
tenaga kerja 16 Desember dan CPI 18 Desember, yang dapat memperumit arah
kebijakan. Perbedaan pandangan antar pejabat Fed tetap mengemuka dan menjadi
fokus pelaku pasar.
•
Ketegangan
diplomatik Jepang–China kembali meningkat setelah Tokyo membantah keras surat
China ke PBB yang menuduh pernyataan PM Jepang sebagai ancaman penggunaan
kekuatan terhadap Beijing. Jepang menilai klaim tersebut tidak sesuai fakta dan
tidak berdasar, yang diperkuat oleh pernyataan Dubes Jepang bahwa kebijakan
pertahanan Tokyo tetap bersifat defensif. Jepang menegaskan komitmen menjaga
dialog terbuka serta koordinasi erat dengan AS di tengah memanasnya isu Taiwan
dan dinamika geopolitik regional.
•
Pejabat
tinggi AS bertemu dengan delegasi Rusia di Abu Dhabi, di tengah klaim Presiden
Trump bahwa ada kemajuan pada proposal perdamaian Rusia-Ukraina, meski serangan
udara antara kedua negara masih berlangsung. Pertemuan ini menandai dinamika
baru dalam upaya diplomatik yang berpotensi memengaruhi sentimen geopolitik
pasar.
•
China
meminta maskapai domestiknya mengurangi penerbangan ke Jepang hingga Maret
2026. Kebijakan ini menunjukkan eskalasi ketidakpastian di sektor transportasi
udara menjelang pergantian jadwal global maskapai pada akhir Maret seiring
pergantian musim.
•
Harga
obligasi domestik pemerintah seri benchmark bergerak menguat terbatas dengan
kisaran penurunan yield sebesar 1-2bps, sejalan dengan sentimen positif dari
hasil lelang SBSN hari ini yang menunjukkan masih solidnya minat investor
domestik.
•
IHSG
ditutup melemah sebesar -0,56% ke level 8.521,89 didorong oleh aksi profit
taking investor dan terutama dikontribusikan pelemahan pada saham sektor
properti (-0,94%), teknologi (-0,46%) dan konsumen primer (-0,46%).
•
Rupiah
ditutup menguat sebesar 0,20% ke level 16.662, dari penutupan sebelumnya di
level Rp16.695.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP