Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun terkonsolidasi di sekitar level 3,35%, tidak jauh dari puncaknya di level 3,50% pada Juni 2022, karena investor menghitung kembali prospek kebijakan moneter seiring Federal Reserve yang berusaha untuk mengendalikan inflasi yang melonjak dengan menaikkan suku bunga lebih lanjut bahkan ketika pertumbuhan ekonomi melambat.

*   Indeks dolar naik lebih lanjut di atas level 110, mencapai level tertingginya sejak Juni 2002, karena kekhawatiran resesi di Kawasan Eropa yang diperburuk oleh krisis energi dan kebijakan lockdown yang disebabkan oleh virus corona di China masih terus berlanjut mendorong permintaan kuat terhadap aset safe-haven.

*   Saat ini, data ekonomi AS menunjukkan data yang variatif, beberapa data menunjukkan tanda-tanda pelemahan, seperti data pertumbuhan perumahan dan harga rumah. Di sisi lain, PMI manufaktur dan jasa tetap kuat sementara data pasar tenaga kerja meredam kekhawatiran resesi. Namun, pelaku pasar sekarang ekspektasikan ada kemungkinan hampir 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bp pada September 2022.

*   Data PMI ISM Servis AS secara tak terduga naik lebih tinggi ke level 56,9 pada Agustus 2022 dari level 56,7 pada Juli 2022, di atas perkiraan konsensus sebesar 55,1, dan menjadi pertumbuhan terkuat dalam aktivitas servis selama 4 bulan terakhir. Berdasarkan komentar dari responden Komite Survei Bisnis, ada beberapa perbaikan aktivitas bisnis dan kondisi tenaga kerja.

*   Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan kenaikan harga BBM akan berdampak lebih besar pada seluruh rantai pasokan ke depan. Harga jasa logistik dipastikan akan naik sekitar 30%. Pada gilirannya, ini akan memiliki efek domino pada harga sembako dan makanan yang akan meningkat.

*   IHSG ditutup melemah 0,64% atau 46bps ke level 7.186,76.

*   Rupiah ditutup melemah 0,21% atau 31 bps ke level Rp14.918/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.887/USD.   


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP