Financial Market Update

Poin of Interest:

  • Para ekonom Goldman Sachs merevisi naik proyeksi resesi AS di tahun depan menjadi 25% dari sebelumnya 15%.

  • Ekonom Maybank memproyeksikan penurunan FFR sebesar 50bps hingga akhir tahun 2024 dengan pertimbangan inflasi AS yang melambat namun ekonomi masih resilien. Hal tersebut akan mendorong penurunan yield UST ke kisaran level 3,5% dan pelemahan DXY hingga ke level 100.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,16%, menjadi US$ 76,60 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,23%, menjadi US$ 73,37 per barel, disebabkan semakin memanasnya konflik di timur tengah dengan ditunjuknya Yahya Sinwar sebagai penerus mantan pemimpin Hamas yang dibunuh Israel, Ismail Haniyeh.

  • BI melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia per akhir Juli meningkat ke US$ 145,4 miliar, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 140,2 miliar. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa.

  • Ekonom Maybank memperkirakan BI akan memangkas BI-Rate sebesar 50bps hingga akhir tahun 2024 (follow The Fed). Namun perkiraan penurunan _yield SBN hanya ke kisaran level 6,5% karena kondisi fundamental Indonesia yang tidak terlalu kuat yang ditunjukkan dengan penurunan PMI manufaktur ke level kontraksi dan  penurunan penjualan durable goods terutama berasal penurunan daya beli ekonomi menengah.

  • IHSG ditutup melemah 1,16% ke level 7.212,13. 

  • Rupiah ditutup menguat 0,81% ke level Rp 16.035/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp 16.165/USD. 


Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP