Financial Market Update

Point of Interest:


Perekonomian AS menambahkkan sebanyak 206k (Juni 2024), sedikit di bawah 218k pada Mei 2024. Rata-rata penambahan payroll secara bulanan untuk 2024 Ytd sebanyak 222k, lebih rendah dari 251k (2023) dan 377k (2022).

 

Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,1% (Juni 2024), level tertinggi sejak Nov 2021 dan di atas ekspektasi konsensus yang memproyeksikan tingkat pengangguran tetap di 4,0%.

 

Data ketenagakerjaan yang mengalami perlambatan, meningkatkan optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga the fed tahun ini. Berdasarkan FedWatch Tool, pasar memperkirakan sebesar 93,3% The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah 5,25%-5,50% (pertemuan Juli), pemangkasan diperkirakan sebesar 25 bp tahun ini dimulai September (probabilitas 72,2%; prior 57,9%).


Rilis data AS dan pergerakan US Treasury pekan ini akan menjadi driver utama pasar SBN. Pergerakan yield SBN pekan ini berpotensi turun, SBN10yr berada di level 7,01% (prior 7,06%) merespon pergerakan yield US Treasury saat ini UST10yr 4,30% (prior 4,46%).

 

Kalender Ekonomi pekan ini di AS, fokus investor pada rilis data CPI dan PPI AS Juni 2024 dan stance kebijakan the Fed kedepan pada pertengahan tahun di Komite Perbankan Senat. Di China, terkait data tingkat inflasi, pertumbuhan kredit dan data perdagangan.

 

Defisit APBN 2024 naik menjadi Rp609,7 T (2,7% dari PDB), dari target sebelumnya hanya Rp522,8 T (2,29% dari PDB). Defisit disebabkan oleh peningkatan belanja negara sebesar Rp3.142,2 T atau 102,6% dari target APBN 2024. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, meyakinkan bahwa beban utang pemerintah tidak akan ikut naik dan penerbitan SBN diperkirakan lebih rendah Rp214,6 T dari pagu 2024.


IHSG ditutup melemah 0,03% ke level 7.250,97.


Rupiah ditutup menguat 0,12% ke level Rp16.258/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp16.278/USD.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP