Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Laju inflasi AS melambat
lebih dari yang diekspektasikan. Inflasi tahunan AS melambat ke level 8,5% YoY
pada Juli 2022 dari level tertingginya lebih dari 40 tahun sebesar 9,1% YoY
pada Juni 2022 dan lebih rendah dari ekspektasi konsensus sebesar 8,7% YoY
karena beberapa harga mengalami penurunan seperti bensin, kendaraan baru, dan
tarif penerbangan. Sementara itu, inflasi inti stabil di 5,9% YoY, di bawah
ekspektasi konsensus 6,1% YoY yang memperkuat narasi beberapa ekonom bahwa inflasi
telah mencapai puncaknya.
Dow Jones naik +1,63%,
S&P 500 naik +2,13% ke level tertinggi sejak awal Mei 2022, dan Nasdaq naik
+2,89% pada hari Rabu karena investor bereaksi positif pada inflasi AS yang
lebih rendah dari perkiraan konsensus yang meningkatkan ekspektasi bahwa Fed
mungkin akan mulai mengurangi laju pengetatan moneternya.
Beberapa ekonom di AS
menyatakan bahwa inflasi belum mencapai puncaknya karena harga grosir dan
makanan pokok masih naik tinggi. Harga makanan pokok naik +1,3% MoM pada Juli
2022, mencatat kenaikan +13,1% YoY dibandingkan tahun lalu. Ini merupakan
kenaikan harga makanan pokok tertinggi untuk bahan makanan sejak 1979.
Harga minyak Brent rebound
di atas USD97/barel pada hari Rabu, karena risk appetite investor meningkat
seiring jatuhnya indeks dolar ke level terendahnya selama satu bulan terakhir
meskipun ada kekhawatiran bahwa pasokan minyak mentah AS naik lebih dari yang
diharapkan ke depan.
Kementerian Perdagangan RI
mengumumkan harga acuan CPO sebesar USD875/ton untuk periode 9–15 Agustus 2022.
Harga acuan tersebut turun sebesar USD740/ton, atau turun 45,8% dari periode
Juli 2022 sebesar USD1.615/ton. Penurunan harga CPO dipengaruhi oleh beberapa
faktor, antara lain kebijakan pemerintah Indonesia terkait kenaikan kuota
ekspor dan pungutan ekspor CPO sebesar nol persen yang berlaku hingga 31
Agustus 2022.
IHSG ditutup menguat 1,05%
atau 74bps ke level 7.160,39. Aksi beli dimulai sejak bel pembukaan mengikuti
pergerakan bursa global yang kuat setelah rilis data IHK AS mengalami penurunan
dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks menutup hari lebih tinggi di atas 7100
lagi sejalan dengan sebagian besar arah pasar regional. Nama-nama logam dan
teknologi melonjak untuk memimpin penguatan pasar.
Rupiah ditutup menguat 104bps atau 0,70% ke level Rp14.768/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.872/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP