Financial Market Update
*Poin of Interest:*
• *Ketua Fed Powell menyatakan bahwa data inflasi AS baru-baru ini mengindikasikan bahwa Fed mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk merasa nyaman untuk memangkas suku bunga*. Mengingat kuatnya pasar tenaga kerja dan tingkat inflasi sejauh ini, kebijakan moneter yang restriktif sebaiknya dibiarkan berjalan lebih lama.
• *Presiden ECB Lagarde menyatakan bahwa ECB akan segera memangkas suku bunganya*, dan menambahkan bahwa tensi geopolitik belum berdampak besar pada harga komoditas global. Namun, ECB tidak memiliki komitmen pasti terkait timing dan besaran pemangkasan suku bunga, dan akan bergantung pada data ekonomi. Sebagian besar investor ekspektasikan pemangkasan suku bunga pertama pada bulan Juni 2024.
• *IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB global menjadi 3,2% YoY untuk 2024 pada proyeksi bulan April 2024 dari 3,1% YoY pada Januari 2024*. Proyeksi untuk 2025 dipertahankan tidak berubah pada angka 3,2% YoY. Selain itu, inflasi headline global diproyeksikan turun dari 6,8% YoY pada 2023 menjadi 5,9% YoY pada 2024 dan 4,5% YoY pada 2025.
• *Surplus perdagangan Eropa melebar secara signifikan menjadi €23,6 miliar pada Februari 2024*, yang merupakan level tertingginya sejak Desember 2020, dari €3,6 miliar pada Februari 2023. Impor turun 8,4% YoY menjadi €211,4 miliar, sementara ekspor naik 0,3% YoY menjadi €235 miliar.
• *Pembangunan perumahan baru di AS turun sebesar 14,7% MoM menjadi 1,32 juta unit pada Maret 2024*, berbalik arah dari 1,55 juta unit pada Februari 2024 dan jauh di bawah ekpektasi konsensus sebesar 1,48 juta unit, seiring kenaikan suku bunga KPR membebani pembeli rumah potensial.
• *IHSG ditutup melemah 0,47% atau 34 poin pada level 7.130,84*.
• *Rupiah ditutup melemah 0,28% atau Rp45 pada level Rp16.220/USD*, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp16.175/USD.
• *Pasar Bonds hari ini bergerak melemah* seiring kenaikan yield UST dan penguatan USD yang memicu outflow.
• *Total Kepemilikan asing turun IDR 807,31T (14,14% dari total outstanding) per 4 Apr 24* dari IDR 809,39T per 3 Apr 24. Total outstanding IDR 5.708,97T.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP