Financial Market Update

Point of Interest:

 

Gubernur Fed Christopher Waller menyatakan bahwa Fed dapat menunda pemangkasan suku bunganya setidaknya beberapa bulan ke depan untuk melihat apakah laporan inflasi AS yang tinggi pada bulan Januari 2024 adalah sebuah kebetulan belaka dan menyatakan bahwa Fed masih on-track menuju target inflasinya.

 

Menurut survei ECB, median ekspektasi konsumen terhadap inflasi Eropa selama 12-bulan ke depan naik tipis menjadi 3,3% YoY pada Januari 2024 dari 3,2% YoY pada Desember 2023, yang merupakan level terendahnya sejak Februari 2022.

 

Di AS, investor akan mencermati rilisnya indeks inflasi PCE, data manufaktur PMI, data perumahan serta pidato beberapa pejabat Fed akan dipantau dengan cermat. Secara internasional, perhatian investor akan tertuju pada rilisnya data tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Jepang dan Eropa.

 

Indonesia mencatatkan defisit transaksi berjalan sebesar USD1,29 miliar pada 4Q23 atau setara dengan 0,4% PDB, bergeser dari surplus sebesar USD3,50 miliar pada 4Q22 seiring surplus perdagangan yang menurun menjadi USD11,33 miliar pada 4Q23 dari USD16,95 miliar pada 4Q22, di tengah moderasi harga komoditas.

 

Kementerian Keuangan mencatatkan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp149,25 triliun pada Januari 2024 atau terkontraksi sebesar 8% YoY. Angka tersebut setara dengan 7,50% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024.

 

IHSG ditutup melemah 0,18% atau 13 poin pada level 7.281,95.

 

Rupiah ditutup melemah 0,22% atau Rp35 pada level Rp15.630/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.595/USD.

 

Pasar Bonds bergerak menguat terutama tenor 10 tahun, dimana adanya support di pasar untuk tenor 10-15 tahun. Marekt wait and see hasil lelang SUN besok.

 

Total Kepemilikan asing turun IDR 836,19T (14,59% dari total outstanding) per 22 Feb 24 dari IDR 836,24T per 21 Feb 24. Total outstanding IDR 5.742,26T.

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP