Financial Market Update

Point of Interest:

 

Tingkat inflasi headline AS turun ke level 3,1% YoY pada Januari 2024, lebih rendah dari level 3,4% YoY pada Desember 2023, namun lebih tinggi dari ekspektasi konsensus sebesar 2,9% YoY. Sementara itu, inflasi inti AS tetap stabil di level 3,9% YoY, lebih tinggi dari ekspektasi konsensus sebesar 3,7% YoY.

 

Inflasi headline produsen AS naik sebesar 1,0% YoY pada Desember 2023, lebih tinggi dari 0,8% YoY pada November 2023, namun lebih rendah dari ekspektasi konsensus sebesar 1,3% YoY. Sementara itu, inflasi produsen inti AS naik sebesar 1.8% YoY pada Desember 2023, berada di bawah ekspektasi konsensus sebesar 1.9% YoY.

 

Jumlah orang yang bekerja di Eropa naik sebesar 0,3% QoQ menjadi 169,3 juta orang pada 4Q23, memperpanjang periode pasar tenaga kerja di Eropa yang kuat dan memperkuat alasan bagi ECB untuk mempertahankan suku bunganya pada tingkat yang relatif restriktif.

 

Produksi industri di Eropa naik sebesar 2,6% MoM pada bulan Desember 2023, bertentangan dengan ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 0,2% MoM. Secara tahunan, aktivitas industri di Eropa meningkat sebesar 1,2% YoY pada bulan Desember 2023, dibandingkan dengan ekspektasi konsensus yaitu penurunan sebesar 4,1% YoY.

 

Harga minyak global yang cenderung stabil menjelang rilis market outlook oleh OPEC serta para trader yang masih memonitor perkembangan konflik Israel-Hamas.

 

IHSG ditutup menguat 1,30% atau 94bps pada level 7.303,28.

 

Rupiah ditutup melemah 0,16% atau 25bps pada level Rp15.620/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.595/USD.

 

Pasar SBN hari ini bergerak mixed, seiring state banks terlihat supporting bonds dengan FR100 di 100,10, FR98 di 103 dan FR97 di 102,80. Global market juga support  pergerakan tersebut karena yield UST sedikit lebih rendah sore hari ini.

 

Total Kepemilikan asing turun IDR 840T (14,65% dari total outstanding) per 12 Feb 24 dari IDR 842,06T per 30 Jan 24. Total outstanding IDR 5.734,20T.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP