Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*    Pertumbuhan PDB kawasan Eropa meningkat sebesar +0,7% QoQ di 2Q22, lebih kuat dari perkiraan konsensus sebesar +0,2% QoQ dan lebih tinggi dari pertumbuhan PDB +0,5% QoQ di 1Q22. Ini adalah pertumbuhan PDB terkuat dalam tiga kuartal terakhir, didorong oleh pelonggaran pembatasan Covid-19 dan liburan musim panas di negara-negara Eropa selatan.

*    Inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) di AS meningkat +1.0% MoM pada Juni 2022, merupakan kenaikan terbesar sejak September 2005. Harga barang-barang naik +1.5% MoM dan jasa +0.6% MoM, harga makanan melonjak +1.0% MoM dan energi +7.5% MoM. Jika tidak termasuk komponen makanan dan energi, inflasi PCE meningkat +0,6% MoM sementara secara tahunan inflasi PCE naik sebesar +6,8% YoY, level tertingginya sejak Januari 1982.

*    Pengeluaran pribadi di AS melonjak +1,1% MoM pada Juni 2022, di atas perkiraan konsensus naik sebesar +0,9% MoM dan jauh lebih tinggi daripada kenaikan 0,3% MoM pada Mei 2022. Angka-angka menunjukkan peningkatan pada pembelanjaan karena harga yang tinggi memaksa konsumen untuk membayar lebih. Harga bahan bakar kendaraan bermotor, truk, perawatan kesehatan dan perumahan memimpin kenaikan.

*    Inflasi Indonesia melaju ke level tertinggi dalam 7 tahun di 4,94% YoY pada Juli 2022, berada di atas ekspektasi sebesar 4,82% YoY dan jauh di atas kisaran target Bank Indonesia. Secara bulanan, inflasi Juli berada di 0,64% MoM lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,53% MoM dan sedikit lebih tinggi dari 0,61% MoM di Juni 2022. Namun, core inflation rate sesuai dengan ekspektasi di 2,86% YoY, naik dari 2,63% YoY sebulan sebelumnya dan tetap dalam kisaran target BI di 2% -4%.

*    IHSG ditutup menguat 0,25% atau 18 bps ke level 6.968,78. IHSG mengawali bulan ini dengan penguatan mengikuti kenaikan pasar global dan regional. Data PDB AS terbaru menunjukkan ekonomi AS telah memasuki resesi. Dengan demikian, pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan lebih moderat dalam menaikkan suku bunga acuan dalam waktu yang akan datang. Ekspektasi tersebut memberikan sentimen positif terhadap para pelaku pasar.

*    Rupiah ditutup melemah 40bps atau 0,27% ke level Rp14.873/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.833/USD. 


Demikian disampaikan, terima kasih.


Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP