Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Sentimen positif dari
penguatan EUR setelah Rusia kembali menyalurkan gas ke kawasan Eropa walaupun
tetap membatasi supply karena ada perbaikan di beberapa pipeline.
Asia Development Bank
menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang kawasan Asia pada
tahun 2022 dari 5,2% menjadi 4,6% seiring dengan kebijakan zero covid Tiongkok
yang diperkirakan akan berdampak pada supply chain dan pertumbuhan ekonomi
Asia.
Pertumbuhan kredit
Indonesia tetap kuat pada 10,7% YoY pada Juni 2022 (vs. 8,7% YoY pada Mei
2022), sementara deposito tumbuh lebih lambat pada 9,1% YoY pada Juni 2022 (vs.
10,1% YoY pada Mei 2022). BI menaikan target proyeksi pertumbuhan kredit hingga
9%-11% YoY pada 2022 (vs. sebelumnya 6%-8% YoY). BI melihat situasi likuiditas
perbankan tahun ini cukup melimpah.
Menurut BI, inflasi
headline Indonesia kemungkinan akan lebih tinggi dari batas atas kisaran BI
sebesar 2,0%–4,0% YoY pada tahun 2022, tetapi akan kembali normal pada tahun
2023. Namun demikian, BI mengisyaratkan bahwa potensi kenaikan suku bunga akan
berpatokan pada inflasi inti, dan BI akan memantau seberapa cepat tekanan harga
meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Yield obligasi di pasar
surat utang Indonesia melanjutkan tren pergerakan yang sideways dengan volume transaksi yang terbatas pada hari perdagangan
terakhir pekan ini di tengah minimnya katalis baru dari eksternal maupun
domestik. Yield SUN seri – seri acuan hanya bergerak pada kisaran 1 – 4 bp,
dimana yield SUN tenor 10 tahun (FR0091) relatif tidak banyak berubah dari
penutupan kemarin di level 7,45%.
IHSG ditutup menguat 0,33%
atau 23 bps ke level 6.886,96. IHSG kembali mencatatkan penguatan sejalan
dengan bursa global dan regional. Transaksi pasar tercatat moderat dengan
nama-nama bahan dasar dan teknologi memimpin kenaikan sementara nama-nama big
caps menekan pasar.
Rupiah ditutup menguat 15 bps atau 0,10% di level Rp15.018/USD, dibandingkan dengan penutupan
sebelumnya di level Rp15.033/USD. Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia
memberi isyarat akan campur tangan di pasar spot dan forward untuk
menstabilkan mata uang karena mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah
untuk mendukung pertumbuhan.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP