Financial Market Update
Point of Interest:
- Kenaikan yield US Treasury didorong setelah
rilisnya data departemen tenaga kerja AS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan
lapangan kerja meningkat, dimana angka nonfarm payrolls AS tercatat sebesar
187k di bulan Agustus, meningkat
dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 157k, serta diatas ekspektasi konsensus sebesar
170k. Namun, disisi lain, angka pengangguran AS meningkat ke level 3,8% bulan
lalu, lebih tinggi dari ekspektasi konsensus sebesar 3,5%. Hal ini juga
meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS akan tetap mempertahankan suku
bunga acuannya tidak berubah pada pertemuan bulan September, meskipun potensi
pemangkasan suku bunga acuan juga belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
- Upah rata-rata per jam untuk seluruh
karyawan di sektor swasta AS naik sebesar 8 sen, atau 0,2% MoM, menjadi USD33,8
pada Agustus 2023, setelah kenaikan
0,4% MoM pada Juli 2023 dan di bawah estimasi konsensus yaitu peningkatan
sebesar 0,3% MoM. Ini merupakan kenaikan rata-rata upah per jam terkecil sejak
Februari 2022.
- Harga emas spot naik 0,3% ke level
US$1.945,40/ons troi, setelah naik
setinggi US$1.952,79 pada hari Jumat, sementara harga emas berjangka AS naik
0,2% ke US$1.971.70. Menurut analis pasar, logam mulia diperkirakan bergantung
pada imbal hasil US Treasury yang mengambil langkah lebih rendah untuk
mendorong ke US$1.950 dan seterusnya minggu ini. Emas tidak menghasilkan bunga,
sehingga cenderung kehilangan daya tariknya ketika suku bunga naik.
- Harga minyak Brent naik 17 sen atau 0,2% ke
level 88,72 USD/barel. Kenaikan harga
minyak di perdagangan pasar Asia ke level tertinggi karena adanya sentimen
pasar yang diperkuat oleh data ekonomi AS dan China. Harga minta WTI juga
meningkat 25 sen atau 0,3% ke 85,80 USD/barel. Harga minyak mentah menguat
karena aktivitas manufaktur China secara tak terduga mengalami ekspansi di
sepanjang Agustus, dimana Indeks manajer pembelian (PMI) resmi Tiongkok naik
menjadi 49,7 dari 49,3 pada bulan Juli.
- Kalender Ekonomi Pekan Ini akan menjadi pekan dengan relatif terbatasnya rilis data-data ekonomi di
AS, dengan fokus pada data PMI sektor jasa, data pesanan pabrik, dan data
perdagangan, serta data PMI sektor jasa yang akan dirilis di China.
- IHSG awal pekan ini ditutup menguat 0,27%
ke level 6.996,75, dibandingkan
penutupan sebelumnya pada level 6.977,65. Penguatan didorong oleh kenaikan
delapan indeks sektoral diantaranya sektor energi naik 1,42%, sektor barang
baku naik 1,22%, sektor perindustrian naik 0,58%, sektor transportasi dan
logistik naik 0,43%, dan sektor properti dan real estat menguat 0,11% serta
sektor keuangan naik 0,10%, dan sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,09%.
-Rupiah awal pekan ini ditutup melemah 0,01%
ke level Rp15.240/USD, dibandingkan
penutupan sebelumnya di level Rp 15.242/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP