Financial Market Update
Point of Interest:
- Data klaim pengangguran AS turun 12 ribu
menjadi 239 ribu dibandingkan dari minggu
sebelumnya sebesar 250 ribu, dan lebih rendah dari ekspektasi sebesar 240 ribu.
Pasar tenaga kerja yang kuat memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk
terus menaikkan suku bunga, dan mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
- Indeks dolar diperkirakan semakin menguat
ditengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa the Fed akan mempertahankan sikap
pengetatan kebijakan moneternya lebih lama. Disisi lain, PBoC diperkirakan terus melepaskan lebih banyak
likuiditas dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi negara yang sedang memburuk.
- Harga emas spot naik 0,2% ke level
US$1.892,30/ons troi, setelah menyentuh
level terendah sejak pertengahan Maret pada hari Kamis. Sedangkan, harga emas
berjangka AS naik 0,4% menjadi US$1.922,90.
- Harga minyak mentah Brent naik 0,1% ke level
US$ 84,12/barel, sementara harga minyak
mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,3% ke level US$ 80,61/barel.
Harga minyak diperkirakan masih berpotensi menguat, didorong dengan pengetatan
pasokan minyak karena pengurangan produksi oleh OPEC+ dan meningkatnya
permintaan, terutama karena perjalanan yang lebih tinggi dan peningkatan
aktivitas industri di AS.
- EUR/USD turun ke 1,0868, tidak jauh dari
level terendah enam minggu pada hari Kamis di 1,0856. European Central Bank (ECB) diperkirakan menghentikan kampanye
kenaikan suku bunga yang telah berlangsung lebih dari setahun pada bulan
September setelah adanya sinyal dari Presiden ECB Christine Lagarde. Selain
itu, rilis inflasi zona euro terbaru pada minggu ini dan diperkirakan 5,3%yoy
turun sedikit dari 5,5%yoy di bulan sebelumnya. Ini bisa menjadi isyarat
kenaikan suku bunga lebih lanjut di akhir tahun.
- USD/CNY naik 0,1% menjadi 7,2864. Penguatan yuan didukung oleh penjualan dolar dan penetapan kurs tengah
yang kuat, tetapi prospek yuan sebagian besar masih buram karena potensi
pemangkasan suku bunga saat ekonomi China, dan sektor properti khususnya,
tengah kesulitan.
- IHSG hari ini ditutup melemah 0,59% ke level
6.859,91, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level
6.900,54. Pelemahan didorong oelh delapan indeks sektoral, dengan yang terdalam
pelemahannya diantaranya adalah sektor transportasi 1,06%, sektor barang
konsumen non primer turun 0,94% dan sektor properti 0,91%.
-
Rupiah hari ini
ditutup melemah 0,06% ke level Rp15.290/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.282/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP