Financial Market Update
Point of Interest:
- Penjualan ritel di AS naik 0,7% MoM pada
Juli 2023, lebih tinggi dari kenaikan 0,3%
MoM pada Juni 2023. Hal ini menandakan bahwa belanja konsumen AS tetap kuat di
tengah tekanan inflasi yang tinggi dan suku bunga yang tinggi.
- People's Bank of China (PBoC) secara tak
terduga memangkas suku bunga Medium-term Lending Facility (MLF) tenor 1-tahun
sebesar 15bp menjadi 2,50%, seiring upayanya
untuk membantu pemulihan ekonomi yang menghadapi risiko dari krisis properti
dan belanja konsumen yang lemah.
- Perekonomian Jepang tumbuh sebesar 1,5% QoQ
pada 2Q23, lebih tinggi dari 0,9% QoQ pada 1Q23. Hal ini
didorong oleh pulihnya aktivitas ekspor.
- Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang
luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$396,3 miliar atau setara Rp6.078 triliun di kuartal II 2023, menurun dibandingkan
posisi ULN pada akhir kuartal I 2023 sebesar US$403,2 miliar atau Rp6.184
triliun. Penurunan ULN ini dipengaruhi pembayaran neto pinjaman luar negeri dan
global bond yang jatuh tempo, sementara itu penempatan Investasi Surat Berharga
Negara (SBN) domestik meningkat seiring tetap terjaganya sentiment positif
pelaku pasar global.
- Beberapa hal penting terkait ekonomi dalam
Pidato Presiden RI Jokowi yang disampaikan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang
Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2023. Presiden
menjelaskan bahwa hilirisasi sebagai window opportunity diperlukan untuk meraih
kemajuan ekonomi karena Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang
melimpah termasuk bahan mineral, hasil perkebunan, hasil kelautan serta sumber
energi baru dan terbarukan. Upaya hilirisasi dapat berfokus pada transfer
teknologi dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan serta meminimalkan
dampak lingkungan. Hilirisasi tidak hanya akan terbatas pada komoditas mineral,
tetapi juga komoditas non mineral seperti sawit, rumput laut, dan kelapa.
Jokowi juga menyebutkan bahwa dengan hilirisasi pendapatan per kapita RI bisa
melesat dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan perhitungannya dalam 10
tahun ke depan, pendapatan per kapita dapat mencapai Rp153 juta (US$10.900),
dalam 15 tahun mencapai Rp217 juta (US$15.800), dan dalam 22 tahun mencapai
Rp331 juta (US$25 ribu). Sebagai perbandingan, tahun 2022 sebesar Rp71juta.
- IHSG hari ini ditutup melemah 0,21% ke
level 6.900,54, dibandingkan penutupan
sebelumnya pada level 6.915,10. Pelemahan didorong oleh delapan indeks
sektoral, dan hanya tiga sektor yang mengalami penguatan diantaranya sektor
infrastruktur naik 0,48%, sektor kesehatan naik 0,31%, serta sektor barang
konsumsi primer naik 0,24%.
- Rupiah hari ini ditutup menguat 0,39% ke
level Rp15.282/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.342/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP