Financial Market Update

Point of Interest:

 

- Inflasi produsen di AS naik 0,3% MoM pada Juli 2023, merupakan kenaikan terbesar sejak Februari 2023. Secara tahunan, inflasi produsen AS naik 0,8% YoY pada Juli 2023, lebih tinggi dari 0,2% YoY pada Juni 2023.

 

- Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk AS turun tipis ke 71,2 pada Agustus 2023 dari 71,6 pada Juli 2023. Pada Agustus 2023, ekspektasi inflasi tahun depan turun ke 3,3% YoY dari 3,4% YoY pada Juli 2023 dan ekspektasi inflasi untuk 5-tahun turun tipis menjadi 2,9% YoY dari 3,0% YoY pada Juli 2023.

 

- Dolar AS rebound ke atas level 103 setelah kenaikan inflasi produsen yang lebih besar dari perkiraan, melawan ekspektasi investor yang meningkat bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunga lagi. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Presiden San Fransisco Fed Bank Mary Dalyt, bahwa penurunan angka inflasi AS terbaru tidak berarti bahwa Fed menang atas inflasi, seiring pasar tenaga kerja yang belum kondusif.

 

- China mencatatkan pertumbuhan pinjaman sebesar 11,1% YoY pada Juli 2023, merupakan pertumbuhan terendah sepanjang tahun ini setelah pertumbuhan sebesar 11,3% YoY pada Juni 2023. Data tersebut menambah bukti lebih lanjut terkait pemulihan ekonomi yang lesu di China.

 

- Kalender Ekonomi Pekan Ini: investor akan fokus pada rilisnya risalah FOMC sebagai petunjuk lebih lanjut terkait rencana kebijakan moneter Fed untuk sisa tahun ini. Selain itu, di AS, penjualan ritel dan produksi industri juga akan menjadi sorotan, sementara di China terdapat beberapa rilis data ekonomi yang signifikan seperti produksi industry dan penjualan ritel China, di Eropa dan Jepang akan rilis data inflasi dan PDB.

 

- Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bermasalah di Indonesia mengalami peningkatan, secara total, NPL-KPR perbankan hingga Juni 2023 telah mencapai Rp 17,12 triliun. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai NPL KPR tersebut setara 2,59% dari total outstanding KPR. Jumlah KPR bermasalah meningkat Rp 3,7 triliun dari akhir tahun 2022. Per Desember lalu, rasio NPL KPR hanya 2,11% dari oustanding KPR yang berjumlah Rp 635,5 triliun, atau setara Rp 13,4 triliun. Menurut Bankir, penyebab kenaikan NPL KPR ini karena ada sejumlah debitur yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan pandemi setelah relaksasi restrukturisasi Covid-19 berakhir pada Maret lalu.

 

- IHSG awal pekan ini ditutup menguat 0,44% ke level 6.910,17, dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 6.879,98. Menurut BEI, dari 11 indeks sektoral hanya dua indeks sektor yang mengalami pergerakan negatif diantaranya sektor konsumen siklikal 0,06% dan transportasi 0,27%. 

 

- Rupiah awal pekan ditutup melemah 0,63% ke level Rp15.315/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.219/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP