Financial Market Update
Point of Interest:
• Kepala Ekonom JP Morgan memproyeksikan
pertumbuhan PDB AS bahwa JP Morgan tidak lagi memperkirakan resesi AS tahun ini
dan telah menaikkan estimasi pertumbuhan ekonominya seiring ekonomi yang berkembang dengan sehat. JP Morgan merevisi naik
proyeksi pertumbuhan PDB AS menjadi 2,5% YoY dari sebelumnya 0,5% YoY untuk
2023F.
• Rilis data Non-Farm Payrolls AS Ekonomi AS
menciptakan 187 ribu pekerjaan pada Juli 2023. Data tersebut juga di bawah rata-rata penambahan pekerjaan secara
bulanan sebesar 312 ribu selama 12 bulan terakhir, tetapi masih sekitar 2x
lipat dari 70 ribu-100 ribu yang dibutuhkan per bulan untuk mengimbangi
pertumbuhan populasi usia kerja.
• Tingkat pengangguran di AS sedikit menurun
menjadi 3,5% pada Juli 2023, sebelumnya 3,6%
pada Juni 2023. Jumlah pengangguran turun sebanyak 116 ribu menjadi 5,8 juta.
• Penjualan ritel di Eropa turun 0,3% MoM
pada Juni 2023, setelah kenaikan 0,6%
MoM pada Mei 2023. Secara tahunan, penjualan ritel turun 1,4% YoY, setelah
turun 2,4% YoY pada Mei 2023.
• Kalender Ekonomi pekan ini, semua perhatian
investor akan terfokus pada rilis data inflasi AS. Selain itu, investor juga akan mencermati inflasi produsen dan Survei
Konsumen Michigan di AS. Selanjutnya, data ekonomi penting lainnya yaitu
inflasi dan data perdagangan China.
• Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
pertumbuhan ekonomi Q2-2023 mencapai 5,17%yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada TW-I 2023
5,03%yoy. Secara kuartal ke kuartal (Q to Q) terjadi pertumbuhan sebesar 3,86%.
Pada kuartal kedua 2023 tercatat Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga
Berlaku (ADHB) sebesar Rp5.226,7 triliun dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)
sebesar Rp3.075,7 triliun.
• IHSG awal pekan ini ditutup menguat 0,49%
atau 33,52 poin ke level 6.886,37, dibandingkan
penutupan sebelumnya pada level 6.852,84. Penguatan didorong oleh 7 indeks
sektoral, diantaranya keuangan naik 0,80%, sektor teknologi menguat 0,64%,
sektor perindustrian naik 0,53%, sektor barang baku naik 0,48%, sektor
transportasi dan logistik naik 0,35%, sektor barang konsumsi nonprimer menguat
0,30% dan sektor energi naik 0,12%.
• Rupiah hari ini ditutup melemah 10bps ke
level Rp15.185/USD, dibandingkan
dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.175/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP