Financial Market Update
Point of Interest:
- Indeks dolar masih berada pada level di atas 102, seiring data PMI manufaktur yang lemah untuk China dan Eropa yang mendorong daya tarik Dolar AS dari investor global.
- PMI Manufaktur menurut versi ISM di AS naik lebih tinggi ke level 46,4 pada Juli 2023 dari level 46,0 pada Juni 2023, tetapi di bawah ekspektasi konsensus di level 46,8. Data tersebut menunjukkan kontraksi bulan ke-9 secara berturut-turut dalam aktivitas pabrik seiring permintaan konsumen yang masih lemah.
- Jumlah lowongan pekerjaan turun 34.000 dari bulan sebelumnya menjadi 9,58 juta pada Juni 2023, mencapai level terendahnya sejak April 2021 dan di bawah perkiraan konsensus sebanyak 9,61 juta, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja yang mungkin mulai melemah.
- PMI Manufaktur versi Caixin di China turun ke level 49,2 pada Juli 2023 dari level 50,5 pada Juni 2023, di bawah perkiraan konsensus pada level 50,3 sekaligus mencapai level terendahnya selama 6 bulan terakhir.
- Harga komoditas masih bergerak sangat volatile, minyak Brent dan WTI ditutup melemah pada perdagangan Selasa tetapi kemudian melambung >1% pada hari ini. Harga minyak brent menyentuh US$ 85,82/barel pada hari ini, menjadi yang tertinggi sejak 14 April 2023 atau tiga bulan lalu. Harga minyak diperkirakan akan naik lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang setelah Arab Saudi mengatakan akan memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari mulai bulan Juli, di atas pemotongan lain dari delapan negara OPEC+ yang diumumkan pada bulan April.
- Tingkat inflasi headline Indonesia turun ke level 3,08% YoY pada Juli 2023, dari 3,52% YoY pada Juni 2023, menjadi level terendahnya selama 16 bulan terakhir sebesar. Sementara itu, inflasi inti turun ke level terendahnya selama 16 bulan terakhir sebesar 2,43% YoY pada Juli 2023 dari 2,58% YoY pada Juni 2023, di bawah perkiraan konsensus sebesar 2,50% YoY.
- IHSG hari ini ditutup melemah 0,46% ke level 6.854,51, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 6.886,49.
- Rupiah hari ini ditutup melemah 0,39% ke level Rp15.175/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.155/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP