Financial Market Update

POI - Point of Interest:


  • Bank sentral (People's Bank of China/PBoC) tetap mempertahankan suku bunga pinjaman acuan (loan prime rate/LPR) untuk tenor 1 tahun di 3,55% pada Juli 2023 dan untuk tenor 5 tahun 4,20%, sesuai dengan ekspektasi pasar yang tetap mempertahankan suku bunganya dibandingkan periode sebelumnya. Meski PboC memutuskan untuk menahan suku bunga pinjaman acuannya, tetapi dunia kini menunggu langkah lanjutan dari PBoC untuk ikut memulihkan ekonomi China yang tengah melambat.
  • Komoditas batu bara terus melanjutkan rally, harga batu bara terus melonjak sejalan dengan meluasnya gelombang panas di China dan mengancam Eropa. Pada perdagangan Rabu kemarin, harga batu bara ICE Newcastle kontrak Agustus ditutup menguat 0,25% di posisi US$ 138,40/ton, merupakan harga tertinggi dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Kenaikan harga batu bara ditopang seiring melonjaknya permintaan listrik China yang memecahkan rekor akibat adanya gelombang panas. Gelombang panas (heatwaves) yang terjadi di China menyebabkan permintaan listrik melonjak, menyebabkan konsumsi batu bara menyentuh rekor di lebih dari 1.000 pembangkit listrik tenaga batu bara di China, sebagaimana dilansir dari Democracy Now.
  • Harga minyak mentah Brent turun 14 sen atau 0,2% ke US$79,32/barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di US$75,20 akibat pelemahan 15 sen. Pelemahan dolar AS juga turut memicu harga minyak turun hari ini.
  • BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia turun signifikan 21,18% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 20,61 miliar pada Juni 2023, lebih dalam dari perkiraan pasar yaitu turun 18,65%, di tengah melemahnya harga komoditas terutama untuk sektor nonmigas dan migas.
  • IHSG ditutup menguat 33bps atau 0,5% ke level 6.864,19. Secara sektoral, beberapa sektor menjadi penopang IHSG pada hari ini, yakni sektor properti (2%), bahan baku (1,31%), energi (1,07%), dan keuangan (0,95%). Saham perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi penopang IHSG paling besar di sesi I hari ini, yakni mencapai 16,9 indeks poin. Saham BMRI pun kembali menyentuh rekor tertinggi barunya (all time high/ATH) pasca stock split di Rp 5.525/unit.
  • Rupiah ditutup menguat 0,093% ke level Rp14.985/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.999/USD.

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP