Financial Market Update

POI - Point of Interest:


  • China mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% YoY di 2Q23, lebih tinggi dibandingkan dengan 4,5% YoY di 1Q23, namun di bawah perkiraan konsensus sebesar 7,3% YoY. China telah menetapkan target pertumbuhan PDB sekitar 5,0% YoY untuk tahun ini, lebih tinggi dari pertumbuhan PDB sebesar 3,0% YoY pada tahun 2022.
  • Surplus Neraca Perdagangan Indonesia turun menjadi USD3,46 miliar pada Juni 2023 dari USD5,15 miliar pada Juni 2022 di tengah harga komoditas yang moderat, tetapi jauh di atas perkiraan konsensus yaitu surplus sebesar USD1,35 miliar.
  • Menteri Keuangan menyatakan optimism terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0% YoY pada tahun ini, meskipun prospek ekonomi global yang memburuk, terutama dari China.
  • Harga gandum global melonjak sebesar 4% menjadi sekitar USD 7,0/bushel, merupakan harga tertingginya dalam dua bulan terakhir. Kenaikan harga tersebut seiring penolakan Rusia untuk memperpanjang kesepakatan penjaminan akses Pelabuhan yang aman bagi kapal untuk mengekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam.  
  • IHSG ditutup melemah 0,54% ke level 6.830,20. Indeks sektoral mayoritas melemah yakni sektor energi 0,69%, bahan baku 0,16%, industri 0,53%, non siklikal 0,13%, kesehatan 0,73%, keuangan 0,73%, properti 0,56%, teknologi 0,62%, infrastruktur 0,7%, transportasi 1,38%. Sedangkan yang menguat hanya sektor siklikal 0,41%.
  • Rupiah ditutup menguat 0,09% ke level Rp14.999/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.000/USD.

 

 

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP