Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Investor
global bersiap untuk minggu yang penuh gejolak di mana beberapa rilis data
ekonomi utama AS dapat mendorong imbal hasil Treasury AS 10-tahun menuju level
4,0%. Sementara itu, mantan presiden Fed New York menyatakan bahwa level 4,5%
dari Treasury AS 10 tahun adalah proyeksi konservatif untuk puncak imbal hasil
10 tahun di 2023F.
Pengeluaran
pribadi di AS naik tipis sebesar 0,1% MoM pada Mei 2023. Terdapat peningkatan
sebesar USD52,0 miliar dalam pengeluaran untuk jasa, tetapi ini diimbangi
dengan penurunan dalam pengeluaran untuk barang sebesar USD33,1 miliar. Untuk
jasa, kontributor utama peningkatan adalah jasa transportasi berkat perjalanan
internasional.
Inflasi
PCE di AS turun menjadi 3,8% YoY pada Mei 2023, level terendah sejak April
2021, sementara indeks inflasi PCE inti turun tipis menjadi 4,6% YoY, masih
menunjukkan tekanan inflasi yang tinggi.
Tingkat
inflasi di Eropa turun menjadi 5,5% YoY pada Juni 2023, turun dari 6,1% YoY
pada Mei 2023 dan sedikit di bawah ekspektasi konsensus 5,6% YoY. Tingkat
inflasi mencapai level terendah sejak Januari 2022, namun tetap di atas target
Bank Sentral Eropa sebesar 2,0% YoY.
Minggu
ini payrolls report dan Risalah FOMC akan menjadi berita utama di AS. Ini akan
diikuti oleh rilis manufaktur dan jasa PMI, pesanan pabrik, dan data
perdagangan. Dari dalam negeri, investor juga sangat menantikan laju inflasi
Indonesia.
IHSG
ditutup menguat 0,52% atau 34bps pada level 6.696,72.
Rupiah
ditutup melemah 0,21% atau 32bps ke level Rp15.025/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.993/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP