Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Indeks
dolar naik ke atas level 104, seiring data ekonomi AS yang kuat menopang
ekspektasi investor untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Investor
saat ini ekspektasikan kemungkinan yang lebih tinggi bahwa Fed akan melanjutkan
kenaikan suku bunga 25 bp lagi di Juni 2023, bergeser dari ekspektasi sebelumnya
untuk pause dalam siklus kebijakan moneter.
Baru-baru
ini, investor waspada bahwa pemangkasan anggaran belanja pemerintah AS yang
diminta oleh Partai Republik dapat membebani pertumbuhan ekonomi AS. Sebagian
besar penghematan akan dilakukan dengan membatasi pengeluaran untuk program
domestik seperti perumahan, pengawasan perbatasan, dan anggaran penelitian
ilmiah, sementara pengeluaran militer akan diizinkan untuk meningkat selama dua
tahun ke depan.
Harga
minyak Brent naik menjadi sekitar USD77/barel, seiring investor yang
mengantisipasi pertemuan OPEC+ di akhir pekan ini dan potensi permintaan yang
lebih tinggi dari percepatan aktivitas ekonomi China.
Pinjaman
KPR Indonesia mencatat pertumbuhan lebih lambat sebesar 7,3% YoY di 1Q23 (vs.
10,6% YoY di 1Q22 dan 7,8% YoY di 4Q22) karena harga bahan konstruksi yang
lebih tinggi. Penjualan properti residensial turun sebesar 8,3% YoY di 1Q23
dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 4,5% YoY di 4Q22.
Pemerintah
Indonesia menunda rencana untuk menyuntikkan modal ke perusahaan konstruksi
milik negara yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sampai perusahaan tersebut
menyelesaikan restrukturisasi utangnya, yang semula dialokasikan pemerintah
sebesar Rp3 triliun untuk tahun ini.
IHSG
ditutup melemah 0,29% atau 19bps ke level 6.661,70.
Rupiah
ditutup melemah 0,10% atau 15bps ke level Rp14.985/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.970/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP