Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun turun ke level 3,39, bergerak di level terendahnya dalam lebih dari satu bulan seiring data inflasi konsumen dan inflasi produsen yang lebih rendah dari yang diperkirakan serta pelemahan pasar tenaga kerja AS yang meningkatkan ekspektasi investor terhadap prospek dovish untuk kebijakan moneter Fed bvtahun ini.

*   Inflasi produsen di AS tumbuh 0,2% MoM di April 2023, menyusul penurunan 0,4% MoM di Maret 2023 dan sedikit di bawah perkiraan konsensus yaitu pertumbuhan sebesar 0,3% MoM. Secara tahunan, inflasi produsen AS turun selama 10 bulan berturut-turut ke 2,3% YoY di April 2023, merupakan level terendahnya sejak Januari 2021 dan inflasi produsen inti AS turun ke 3,2% YoY di April 2023.

*   Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik sebanyak 22 ribu menjadi 264 ribu pada pekan yang berakhir 6 Mei 2023, merupakan angka tertingginya sejak Oktober 2021, dan jauh di atas ekspektasi konsensus sebanyak 245 ribu.

*   Tingkat inflasi China turun ke 0,1% YoY di April 2023 dari 0,7% YoY di Maret 2023, di bawah perkiraan konsensus 0,4% YoY. Ini merupakan angka terendah sejak deflasi di Februari 2021 di tengah pemulihan ekonomi yang tidak merata setelah pencabutan kebijakan zero-COVID.

*   Bank of England (BoE) menaikkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 4,5% pada Mei 2023, menandai kenaikan suku bunga yang ke-12 secara berturut-turut, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Suku bunga saat ini berada pada rekor tertinggi terbaru sejak 2008, seiring BoE yang terus berjuang melawan inflasi dua digit.

*   IHSG ditutup melemah 0,71% atau 48bps ke level 6.707,76.

*   Rupiah ditutup melemah 0,18% atau 26bps ke level Rp14.750/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.724/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP