Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 2 tahun naik ke 5,01%, merupakan level tertingginya sejak 2007 sementara yield US Treasury tenor 10 tahun sempat naik ke 4,0% sebelum turun kembali ke 3,97%, setelah Powell ekspektasikan terminal Fed Funds Rate (FFR) yang lebih tinggi dan Fed bersiap untuk mempercepat laju kenaikan suku bunganya ke depan.

*   The Fed kemungkinan akan meningkatkan kecepatan laju dan besaran kenaikan FFR jika data ekonomi AS yang dirilis menunjukkan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Powell juga menyatakan bahwa level terminal FFR kemungkinan akan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

*   Indeks dolar naik ke level 105,6, merupakan level tertingginya sejak awal Januari 2023 setelah Jerome Powell menyatakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Saat ini, investor mengubah ekspektasi mereka ke kenaikan FFR sebesar 50 bp dari sebelumnya sebesar 25 bp pada pertemuan FOMC bulan Maret 2023.

*   Surplus perdagangan China meningkat ke all-time-high level sebesar USD116,88 miliar pada Januari-Februari 2023 dari USD109,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu, jauh di atas perkiraan konsensus sebesar USD81,8 miliar. Ke depan, aktivitas ekspor China kemungkinan akan melambat karena risiko resesi global.

*   Cadangan devisa Indonesia meningkat sebesar USD900 juta menjadi USD140,3 miliar pada Februari 2023, dari USD139,4 miliar pada Januari 2023. Ini merupakan jumlah cadangan devisa terbesar sejak Februari 2022, ditopang oleh pendapatan ekspor serta kenaikan penghasilan pajak.

*   IHSG ditutup menguat 0,14% atau 10bsp ke level 6.776,37.

*   Rupiah ditutup melemah 0,55% atau 85bps ke level Rp15.435/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.350/USD.   

 

Demikian disampaikan, terima kasih.

 

Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP