Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Berdasarkan data CME FedWatch tool, terdapat peluang
98,1% bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25bp pada
pertemuan pekan depan, lebih tinggi dari probabilitas sebulan lalu yang hanya
sebesar 65,9%.
Yield US Treasury tenor 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 30
tahun masing – masing turun ke level 4,21% (-2 bp), 3,58% (-4 bp), 3,45% (-7
bp), dan 3,60% (-8 bp). Sejalan dengan UST, yield obligasi Eropa juga menurun
seiring meningkatnya ekspektasi terhadap perlambatan ekonomi global.
Inflasi Australia naik ke level tertingginya
dalam 32 tahun terakhir, sebesar 7,8% pada 2022, naik tajam sejak Maret 1990.
Pertumbuhan telah melambat secara signifikan pada akhir 2022, sementara tekanan
harga dan biaya pembelian yang telah mencapai puncaknya. Kenaikan terjadi pada
komoditas makanan, bahan bakar, hingga konstruksi bangunan, dimana kenaikan
tertinggi terjadi untuk ongkos perjalanan domestik dan internasional yang
masing-masing melesat 13,3% dan 7,6%.
Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia meningkat sebesar 44,2% YoY
menjadi Rp654,4 triliun atau USD45,6 miliar pada tahun 2022. Investasi pada
sektor logam USD 11 miliar dan pertambangan USD5,1 miliar.
Rupiah ditutup melemah 0,52% atau 77,5 poin
ke level Rp14.965/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp14.888/USD.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP