Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,62% setelah pidato Ketua Fed
Jerome Powell mengisyaratkan bahwa tren kenaikan suku bunga akan berlanjut ke
depan. Besaran kenaikan suku bunga berikutnya akan tergantung pada data inflasi
yang akan datang. Ketidakpastian tentang apakah Fed akan menaikkan suku
bunganya sebesar 25bp atau 50bp pada pertemuan berikutnya menjadi pembicaraan
hangat di kalangan investor dan diharapkan data inflasi AS yang akan dirilis
akhir pekan ini akan memberikan petunjuk baru.
Ketua
Fed Jerome Powell menyatakan bahwa Fed mungkin harus membuat keputusan yang
tidak populer untuk menstabilkan inflasi. Pidato tersebut tidak memberikan
petunjuk secara langsung terkait ke mana arah kebijakan moneter ke depan,
tetapi mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar akan
berlanjut tahun ini. Sementara itu, pejabat Fed lain juga mengisyaratkan
rencana mereka untuk menaikkan suku bunga di atas 5% pada tahun 2023 dan
mempertahankannya selama sepanjang tahun.
Indeks
optimisme ekonomi di AS turun ke level 42,3 pada Januari 2023 dari level 42,9
pada Desember 2022, masih tetap jauh di bawah rata-rata level 49,6 selama dua
dekade terakhir seiring prospek ekonomi AS yang memburuk, bahkan saat tekanan
inflasi yang mulai mereda.
Harga
gas global turun 9% ke level USD3,6/mmbtu, merupakan level terendahnya sejak
Desember 2021 seiring produksi gas global yang kembali mendekati rekor
tertingginya selama 10-tahun terakhir, sementara itu perkiraan konsensus
terkait permintaan pemanas ruangan pada musim dingin kali ini direvisi turun.
Penjualan
ritel di Indonesia naik sebesar 1,3% YoY pada November 2022, melambat dari
pertumbuhan sebesar 3,7% YoY pada Oktober 2022. Ini merupakan pertumbuhan
penjualan ritel selama 14-bulan secara berturut-turut, tetapi merupakan laju
pertumbuhan penjualan ritel paling lambat sejak November 2019 di tengah
kenaikan tekanan inflasi serta dampak dari tingkat suku bunga yang lebih
tinggi.
IHSG
ditutup melemah 0,57% atau 38bps ke level 6.584,45.
Rupiah
ditutup menguat 0,58% atau 90bps ke level Rp15.483/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level
Rp15.573/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP