Financial Market Update

POI - Point of Interest:

*   Yield US Treasury tenor 10-tahun naik ke sekitar level 3,85% seiring pasar keuangan AS yang dibuka kembali setelah liburan Natal dan investor bersiap untuk menyongsong tahun 2023. Meningkatnya kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga yang dapat menyeret ekonomi AS ke dalam resesi terus menyebar luas di antara investor di pasar obligasi AS.

*   Defisit perdagangan AS menyempit sebesar 15,6% MoM menjadi USD83,3 miliar pada November 2022, merupakan penurunan terbesar sejak 2009 seiring impor yang anjlok sebesar 7,6% MoM ke level terendahnya selama setahun terakhir, karena konsumen yang mengalihkan pengeluarannya dari barang ke layanan selama beberapa bulan terakhir. Sementara itu, ekspor turun lebih lambat sebesar 3,1% MoM, terseret oleh penurunan penjualan perlengkapan industri.

*   Persediaan grosir di AS naik sebesar 1,0% MoM menjadi USD933,6 miliar pada November 2022, naik dari 0,6% MoM pada Oktober 2022. Ini merupakan tren pertumbuhan persediaan selama 28 bulan berturut-turut, seiring naiknya persediaan untuk barang tahan lama. Secara tahunan, persediaan grosir AS tumbuh sebesar 21,0% YoY pada November 2022.

*   China membuka kembali pembatasan ke wisatawan global dengan menghapus kebijakan pembatasan zero Covid-19 yang akan berhenti mewajibkan wisatawan untuk melakukan karantina mulai 8 Januari 2022. Wisatawan yang tiba di China hanya akan diminta untuk mendapatkan hasil tes Covid-19 negatif dalam waktu maksimal 48 jam setelah kedatangan, dibandingkan dengan persyaratan isolasi selama 8 hari sebelumnya.

*   Menurut kantor Imigrasi, Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan peningkatan signifikan jumlah WNI yang pergi ke luar negeri dengan sebesar 18.500 orang meninggalkan Indonesia selama tiga hari terakhir. Dari data tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia lebih memilih pergi ke luar negeri untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru.

*   IHSG ditutup melemah 1,05% atau 73bps ke level 6.850,52. IHSG ditutup melemah 1,05% pada perdagangan hari ini, menghapus sebagian kenaikan yang terjadi pada beberapa hari terakhir. BYAN (-7%) menjadi pendorong utama pelemahan indeks hari ini, disusul TLKM (-2%) dan AMRT (-5%). Di sisi lain, saham BBCA dan BMRI sempet diperdagangkan melemah pada sesi hari ini, sebelum menguat menjelang akhir sesi perdagangan. Tidak ada berita signifikan dari pasar Indonesia hari ini. Pelemahan indeks juga dialami oleh beberapa bursa regional, namun demikian, bursa Eropa dibuka pada teritori positif.

*   Rupiah ditutup melemah 0,26% atau 40bps ke level Rp15.703/USD, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp15.663/USD.   

 


Demikian disampaikan, terima kasih.



Divisi Pengelolaan Investasi

DAPENBI IP