Financial Market Update
POI - Point of Interest:
Yield
US Treasury tenor 10-tahun bergerak sideways di sekitar level 3,63% seiring
para pelaku pasar obligasi global yang berupaya untuk menormalisasi level yield
dari aksi jual di hari sebelumnya sebagai dampak dari perubahan kebijakan
moneter yang mengejutkan dari Bank of Japan (BoJ).
Defisit
neraca berjalan AS tercatat sebesar USD217,1 miliar pada 3Q22, lebih rendah
dari USD238,7 miliar pada 2Q22 dan di bawah ekspektasi konsensus sebesar
USD222,0 miliar. Ini merupakan defisit transaksi berjalan terkecil selama lebih
dari setahun, dan setara dengan 3,4% dari PDB.
Harga
minyak Brent naik lebih dari 2,5% ke atas USD82/barel setelah rilis laporan
pemerintah AS yang menunjukkan penarikan persediaan minyak AS yang lebih besar
dari perkiraan. Sementara itu, prospek harga minyak ke depan didukung oleh
prospek permintaan yang menguat dari China, seiring negara tersebut yang
berencana untuk mengakhiri kebijakan zero-Covid yang ketat.
Baru-baru
ini, Asian Development Bank (ADB) mengoreksi proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia
untuk 2023F menjadi 4,8% YoY dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,0% YoY.
Pemangkasan prospek ekonomi tersebut didasarkan pada tren kenaikan suku bunga
Bank Indonesia (BI) yang masih akan berlanjut tahun depan.
Indonesia
melaporkan defisit fiskal sebesar Rp237,7 triliun pada pertengahan Desember
2022, setara dengan 1,22% dari PDB, lebih kecil dari perkiraan konsensus
sekitar 3,0% untuk tahun 2022. Total pendapatan negara pada periode tersebut
sebesar Rp2,479,9 triliun, naik 37% YoY, sedangkan pengeluaran negara tercatat
sebesar Rp2.717,6 triliun naik 12% YoY.
BI menaikkan suku bunga 25bps menjadi 5,5%
sesuai ekspektasi market.
IHSG
ditutup menguat terbatas 0,06% atau 4bps ke level 6.824,43. IHSG diperdagangkan
fluktuatif sepanjang hari sebelum menutup hari sedikit lebih tinggi. Pelaku
pasar masih berhati-hati karena kekhawatiran terkait pengetatan kebijakan
moneter global kembali muncul, terlihat transaksi pasar reguler hanya sekitar
Rp6,6 triliun. Nama-nama teknologi dan konsumer menguat untuk mendukung pasar.
ACES melonjak 13%, GGRM naik 1,8%, dan MAPI menutup hari itu 0,4% lebih tinggi,
EMTK menguat 4%, dan BUKA melonjak 2,3%.
Rupiah
ditutup menguat terbatas 0,03% atau 5bps ke level Rp15.583/USD, dibandingkan dengan penutupan
sebelumnya di level Rp15.588/USD.
Demikian disampaikan, terima kasih.
Divisi Pengelolaan Investasi
DAPENBI IP